SAMPIT, Kaltengonline.com – Aktivitas belajar di SDN Kunjung Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali lumpuh. Sekolah tersebut terendam banjir rob, dan yang lebih mengerikan, seekor buaya liar sepanjang tiga meter terlihat berkeliaran di sekitar lingkungan sekolah.
Ancaman itu membuat siswa dan guru dihantui rasa takut setiap kali hendak masuk kelas. Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi III DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, yang menilai masalah ini bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.
“Kami sangat prihatin. Setiap musim hujan sekolah ini kebanjiran, sekarang malah muncul buaya di sekitar sekolah. Ini ancaman nyata bagi siswa dan guru,” tegas Gaol, Kamis (16/10/2025).
Ia meminta pemerintah daerah segera turun tangan dengan melakukan penataan drainase, pembangunan tanggul, atau relokasi sementara kegiatan belajar. “Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Harus ada solusi permanen,” ujarnya.
Gaol juga menyoroti dampak psikologis yang dialami siswa karena belajar dalam ketakutan. Warga setempat kerap melihat buaya muncul di parit dan halaman sekolah saat air pasang.
“Anak-anak tidak seharusnya belajar dalam situasi berisiko seperti ini,” tegas politisi Partai Demokrat itu.
Ia mendesak agar dilakukan koordinasi lintas sektor, melibatkan BPBD, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan aparat keamanan, untuk mengambil langkah cepat dan terpadu.
“Ini soal masa depan anak-anak kita. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” pungkasnya. (ko)







