Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kondisi jembatan di RT 4 Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kini membuat warga diliputi rasa waswas. Pagar pengaman jembatan dilaporkan roboh, sementara badan jembatan tampak mulai melengkung secara perlahan, seolah tak lagi kokoh menopang beban kendaraan yang melintas.
Kerusakan tersebut terlihat jelas di beberapa bagian. Pagar jembatan yang ambruk meninggalkan sisi terbuka tanpa pengaman, sedangkan permukaan jembatan tampak menurun. Situasi ini memaksa warga dan pengguna jalan untuk melintas dengan penuh kehati-hatian, terutama pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.
Jembatan itu sendiri merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat Desa Keraya. Selain menjadi jalur harian warga, jembatan tersebut juga kerap dilalui pengunjung wisata. Tak heran, kondisi yang kian memburuk menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan, terlebih saat lalu lintas sedang ramai.
Kepala Desa Keraya, Jumattollah, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut keluhan warga terus berdatangan seiring kerusakan jembatan yang semakin terlihat. “Kami mengimbau warga maupun pengunjung wisata yang melintas agar lebih berhati-hati, apalagi saat ini sedang musim hujan,” ujarnya, Jumat (19/12).
Menurut Jumattollah, curah hujan yang tinggi dikhawatirkan dapat memperparah kondisi jembatan. Genangan air dan beban kendaraan yang melintas dinilai berpotensi mempercepat penurunan kekuatan struktur apabila tidak segera ditangani.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat merespons keluhan tersebut. Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kobar, Suradi, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. “Kondisinya akan kami cek terlebih dahulu untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” kata Suradi.(bob)







