Diskominfosantik Kalteng Sebar 376 Unit Starlink hingga Pelosok
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan kerja reses Anggota DPR RI Komisi I, Andina Th eresia Narang. Pertemuan yang membahas percepatan akses internet dan penguatan literasi digital tersebut digelar di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Senin (5/1).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana, didampingi pejabat eselon III dan IV serta Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di lingkungan Diskominfosantik Kalteng.
Dalam paparannya, Rangga Lesmana menyampaikan perkembangan penanganan wilayah blank spot jaringan internet di Kalimantan Tengah. Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui program Gubernur terus mendorong percepatan digitalisasi, khususnya pada sektor pelayanan publik di tingkat desa.
“Saat ini kami secara aktif mengajukan permohonan melalui aplikasi Signal. Per 2 Januari 2026, total usulan mencapai 203 titik. Selain itu, Diskominfosantik juga telah mendistribusikan 376 unit Starlink ke kantor desa, sehingga pelayanan pemerintahan desa pada prinsipnya sudah 100 persen berbasis daring,” ungkapnya.
Meski demikian, Rangga mengakui masih terdapat tantangan besar dalam pembangunan Base Transceiver Station (BTS) oleh operator seluler di wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki cakupan geografi s sangat luas. Pertimbangan kelayakan bisnis (business to business) kerap menjadi kendala, terutama di wilayah pedalaman yang membutuhkan biaya operasional tinggi tanpa dukungan subsidi pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi I Andina Th eresia Narang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi Kalimantan Tengah di tingkat pusat. Sebagai mitra kerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Andina menyampaikan kabar bahwa pada tahun 2026 Kalimantan Tengah memperoleh alokasi 50 titik Akses Internet (AI) dari Kemkomdigi.
“Pada tahun 2026 ini, Kalimantan Tengah mendapatkan 50 titik akses internet. Sebarannya meliputi Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Seruyan, Lamandau, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Sukamara, dengan fokus pada sekolah, Koramil, serta kantor pelayanan desa,” jelasnya. (mmc/uni/ko)







