Fairid Naparin Soroti Inflasi 4,61 Persen, Serambi dan GPM Jadi Strategi Stabilkan Harga

oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias menggunting pita secara simbolis tanda dibukanya Serambi dan GPM, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Kamis (19/2).
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias menggunting pita secara simbolis tanda dibukanya Serambi dan GPM, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Kamis (19/2).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menghadiri kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (19/2).

Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Dalam penjelasannya, Fairid menyoroti kecenderungan naiknya harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi saat memasuki hari besar keagamaan.

Menurutnya, lonjakan permintaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memicu kenaikan harga di pasaran. Kondisi ini, jika tidak diantisipasi, dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Setiap menjelang Ramadan dan Idulfitri, permintaan bahan pokok meningkat cukup signifikan. Ini yang kemudian memicu dinamika harga di pasar. Karena itu, momentum ini harus kita antisipasi bersama,” tegas Fairid.

Ia menjelaskan, program Serambi dan GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga tetap terjangkau. “Melalui program Serambi dan Gerakan Pangan Murah, pemerintah hadir melakukan intervensi pasar. Tujuannya jelas, memastikan pasokan tersedia dan harga tetap dalam jangkauan masyarakat,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat data inflasi terbaru, lanjut orang nomor satu di Kota Cantik ini. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Palangka Raya pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,61 persen, bahkan menjadi yang tertinggi di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Baca Juga:  Pasar Datah Manuah Didorong Jadi Magnet Ekonomi

“Kami tidak bisa menutup mata bahwa inflasi kita saat ini cukup tinggi. Angka 4,61 persen ini menjadi alarm bagi kita semua untuk bergerak cepat dan terukur,” katanya.

Ia menilai, kehadiran pasar murah di tengah masyarakat menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih rendah, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.

“Tujuan utama program ini adalah memberi akses seluas-luasnya kepada masyarakat agar bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, terutama saat Ramadan dan menjelang Idulfitri,” ucapnya.

Lebih jauh, Fairid menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga. Ia mengajak distributor dan pedagang untuk ikut berperan aktif menahan laju kenaikan harga demi kepentingan bersama.

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu sinergi distributor, pedagang, dan masyarakat. Saya mengajak semua pihak menjaga kewajaran harga. Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk saling membantu agar keberkahannya benar-benar dirasakan semua,” tuturnya. (ham/ans/ko)