PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pergerakan mudik lebaran dari Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menggeliat. Sejak akhir pekan ini, jumlah penumpang di ruang tunggu Bandara Tjilik Riwut terlihat meningkat dibanding hari biasa, menandai dimulainya mobilitas masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Kalteng pun turun langsung memastikan kesiapan layanan bandara agar arus perjalanan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, meninjau langsung kondisi arus mudik di bandara tersebut, Sabtu (14/3). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas serta memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan optimal menghadapi potensi lonjakan pemudik dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Gubernur, pergerakan penumpang yang terlihat saat ini masih merupakan tahap awal arus mudik. Namun dalam beberapa hari ke depan, jumlah penumpang diperkirakan akan meningkat secara signifikan.
“Ini baru awal arus mudik. Hari-hari berikutnya kemungkinan akan semakin meningkat. Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat berjalan lancar, nyaman, dan aman,” ujarnya, Sabtu (14/3).
Ia menegaskan, kehadiran pemerintah di lapangan bertujuan memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan optimal, mulai dari keamanan, fasilitas bandara, hingga layanan kesehatan bagi para penumpang.
Dari hasil peninjauan, Gubernur menilai fasilitas di Bandara Tjilik Riwut masih cukup memadai untuk menampung peningkatan jumlah penumpang. Kondisi ruang tunggu juga dinilai masih nyaman tanpa adanya penumpukan yang berlebihan.
“Kita lihat fasilitasnya cukup memadai. Tempat duduk hampir semuanya terisi, tetapi tidak sampai ada penumpang yang harus menunggu dengan kondisi tidak nyaman. Mungkin ini belum puncaknya, tetapi pemerintah tetap memastikan semuanya berjalan baik,” katanya.
Selain memastikan kesiapan fasilitas, orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu juga mengingatkan para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, terutama terkait keamanan barang bawaan.
“Pemudik harus tetap waspada. Jangan sampai membawa atau menyimpan barang berharga secara sembarangan yang bisa memancing orang yang tidak bertanggung jawab,” pesannya.
Gubernur memperkirakan puncak arus mudik melalui jalur udara akan terjadi pada 18 hingga 19. “Mungkin perkiraannya sekitar tanggal 18 sampai 19, itu kemungkinan menjadi puncaknya,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik agar memperhatikan aspek keamanan. Jika memiliki barang berharga, masyarakat disarankan memanfaatkan layanan pengamanan dari pihak kepolisian.
“Kalau ada barang-barang berharga di rumah, bisa dititipkan atau dilaporkan kepada pihak kepolisian agar ikut dipantau keamanannya,” ujarnya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, gubernur turut menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng akan menggelar open house sebagai sarana silaturahmi bersama masyarakat.
“Kami juga membuka open house untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Semua boleh datang, tanpa membedakan agama, ras, maupun latar belakang,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, pelaksanaan Salat Idul Fitri direncanakan berlangsung di Masjid Raya Darussalam.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menyampaikan bahwa arus mudik melalui bandara tersebut mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan hari biasa.
Menurutnya, jumlah penumpang saat ini mengalami kenaikan sekitar 5 hingga 7 persen dari kondisi normal.
“Arus mudik sudah mulai terasa. Saat ini kenaikannya sekitar lima sampai tujuh persen dibandingkan hari biasa,” ujarnya.
Pada hari normal, Bandara Tjilik Riwut melayani sekitar 22 pergerakan pesawat setiap hari dengan jumlah penumpang rata-rata antara 2 ribu hingga 2.200 orang. Namun dalam beberapa hari terakhir, angka tersebut mulai meningkat.
“Kemarin jumlah penumpang mencapai sekitar 2.400 orang. Hari ini diperkirakan naik lagi menjadi sekitar 2.500 penumpang,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik, maskapai penerbangan juga telah menambah jadwal penerbangan tambahan. Salah satunya dilakukan oleh maskapai Batik Air yang membuka penerbangan tambahan menuju Jakarta selama periode 13 hingga 19.
Selain rute Jakarta, penerbangan dari Bandara Tjilik Riwut juga melayani sejumlah kota tujuan lain seperti Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Namun rute menuju Jakarta dan Surabaya masih menjadi yang paling dominan digunakan penumpang.
Pada puncak arus mudik nanti, jumlah pergerakan penumpang diperkirakan dapat mencapai sekitar 4.100 orang dalam satu hari.
“Puncak mudik kami perkirakan pada H-2 Lebaran, dengan potensi pergerakan penumpang sekitar 4.100 orang,” katanya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang pada awal arus mudik tahun ini masih sedikit lebih rendah.
“Tahun ini memang masih sekitar minus lima persen dibandingkan tahun lalu pada hari yang sama, tetapi kami berharap pada puncak arus mudik nanti bisa melampaui target,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi kesehatan, serta memperhatikan barang bawaan selama berada di bandara maupun dalam penerbangan.
“Kami mengimbau penumpang menjaga kesehatan, tidak membawa barang terlalu banyak, dan membeli tiket melalui agen resmi. Yang paling penting tetap berdoa agar perjalanan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (ovi/ko)







