PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya resmi memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi seluruh ASN setiap hari Jumat.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sekaligus respons terhadap kondisi global yang berdampak pada kebutuhan efi siensi energi.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menjelaskan penerapan WFA bertujuan untuk menekan penggunaan energi seperti listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan sumber daya lainnya, tanpa mengurangi kinerja aparatur.
“Kebijakan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat yang kami tindak lanjuti di daerah. Tujuannya jelas, untuk efisiensi energi, baik itu listrik maupun BBM, di tengah situasi global saat ini,” ujarnya, Minggu (12/4).
Menurut Zaini, kebijakan ini juga sejalan dengan perkembangan zaman, di mana teknologi memungkinkan pekerjaan dilakukan secara fl eksibel tanpa harus selalu berada di kantor. Dengan sistem kerja yang adaptif, ASN diharapkan tetap mampu mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.
“Sekarang ini eranya sudah berbeda. Bekerja tidak harus selalu di kantor, yang penting target pekerjaan tetap tercapai dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.
Penerapan WFA tidak akan mengurangi kualitas pelayanan publik, tegas orang nomor dua di Kota Cantik ini. Pemerintah tetap mengatur mekanisme kerja agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, termasuk melalui sistem digital dan pengawasan kinerja yang terukur.
“Kami pastikan pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. Ada sistem yang mengatur, sehingga meskipun WFA, pekerjaan tetap terkontrol dan tidak terbengkalai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zaini menekankan kebijakan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan.
Selain penghematan energi, WFA juga diharapkan dapat mengurangi mobilitas harian ASN yang berdampak pada konsumsi BBM.
“Dengan mengurangi mobilitas, tentu penggunaan BBM juga bisa ditekan. Ini bagian dari kontribusi kita dalam efi siensi energi secara luas,” tutupnya. (ham/ans/ko)

