PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Rapat koordinasi pengendalian infl asi kembali menyoroti dinamika harga bahan pokok di berbagai daerah.
Meski bawang merah mengalami kenaikan di sejumlah wilayah, Kota Palangka Raya dinilai masih mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) rutin pengendalian infl asi yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin(13/4).
Dalam rakor tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri menyoroti adanya kenaikan harga bawang merah di sejumlah daerah di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas infl asi nasional.
Meski demikian, Zaini menegaskan, hingga saat ini kondisi di Kota Palangka Raya masih relatif stabil. Ia memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga masih dalam batas keterjangkauan masyarakat.
“Secara umum, untuk Kota Palangka Raya kondisi bahan pokok masih aman. Ketersediaan mencukupi dan harga relatif stabil serta masih terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap pergerakan harga di pasar-pasar tradisional maupun modern. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang bisa berdampak pada daya beli masyarakat.
“Meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di daerah lain, kita tetap waspada. Pemantauan terus dilakukan agar jika ada gejolak harga, bisa segera diintervensi,” tambahnya.
Selain itu, Pemko Palangka Raya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, termasuk memastikan pasokan tetap terjaga dari daerah pemasok.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Palangka Raya dapat terus dipertahankan, sehingga infl asi daerah tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat. (ham/ans/ko)

