Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2026 dalam kondisi aman. Total alokasi yang disiapkan mencapai 2.048.000 kilogram, yang akan disalurkan ke enam kecamatan guna mendukung sektor pertanian.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kobar, Rabu (15/4/2026), Haryo Prabowo, mengatakan alokasi tersebut terdiri dari berbagai jenis pupuk, yakni urea sebanyak 300.000 kilogram, NPK 1.383.000 kilogram, dan pupuk organik 365.000 kilogram. Komposisi ini disesuaikan dengan kebutuhan lahan dan jenis tanaman petani.
Menurut dia, pupuk bersubsidi diprioritaskan bagi komoditas pangan dan hortikultura yang memiliki nilai strategis, seperti padi, jagung, ketela pohon, cabai, dan tebu. Komoditas tersebut dinilai menjadi penopang utama ketahanan pangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
Seiring dengan upaya pembenahan tata kelola, distribusi pupuk kini sepenuhnya menggunakan sistem digital. Seluruh data penerima telah terdaftar dalam aplikasi, termasuk rincian jumlah pupuk yang berhak diterima oleh masing-masing petani.
Dalam praktiknya, petani cukup membawa kartu tanda penduduk saat melakukan penebusan di kios resmi. Petugas kemudian mencocokkan identitas dengan data di sistem, mulai dari nama penerima hingga jenis dan harga pupuk yang telah ditetapkan.
Pemerintah daerah juga membatasi penyaluran hanya bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani resmi binaan Dinas Pertanian. Skema ini diterapkan untuk memastikan distribusi tepat sasaran sekaligus memudahkan pengawasan di lapangan.
Adapun distribusi pupuk dilakukan melalui Pengecer atau Penyalur Pupuk Tersubsidi sebagai titik serah. Dengan mekanisme ini, Pemkab Kobar menargetkan penyaluran berjalan lebih transparan, akuntabel, serta mampu menjangkau petani secara merata di seluruh wilayah. (ko)

