Kobar Susun Kurikulum Muatan Lokal untuk Perkuat Karakter dan Identitas Siswa

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai menyusun kurikulum muatan lokal sebagai upaya memperkuat karakter serta identitas peserta didik di tengah arus globalisasi. Sebanyak 56 aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas dari jenjang TK hingga SMP dilibatkan dalam proses strategis tersebut.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar ini menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam sistem pembelajaran. Para peserta yang tergabung dalam tim penyusun, pengembang, dan eksplorasi muatan lokal diharapkan mampu merumuskan materi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik sekaligus mencerminkan kearifan lokal.

Penyusunan kurikulum ini juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 24 Tahun 2024 tentang Muatan Lokal. Regulasi tersebut menegaskan peran pemerintah daerah dalam menghadirkan konten pembelajaran yang tidak hanya melengkapi kurikulum nasional, tetapi juga memperkuat jati diri daerah.

Baca Juga:  Pemkab Kobar Jamin Kuota Pupuk Subsidi 2026 Aman, Distribusi Berbasis Digital Diperluas

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Muhammad Alamsyah, menilai bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga penanaman nilai budaya. Ia menyoroti mulai berkurangnya ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal akibat belum optimalnya proses pewarisan nilai di lingkungan pendidikan.

Untuk itu, ia mendorong sinergi dengan Bidang Kebudayaan yang memiliki Data Pokok Kebudayaan (Dapobud) sebagai sumber utama dalam menggali potensi lokal. Data tersebut dinilai penting untuk dirumuskan menjadi materi pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 April 2026 di Aula Hotel Brits Pangkalan Bun ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BPMP dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan keterlibatan berbagai pihak, kurikulum muatan lokal Kobar diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakar pada budaya daerah.(bob)