MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Di sela-sela acara ramah tamah menyambut kedatangan Kasrem 102/Panju Panjang, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyampaikan sejumlah paparan penting mengenai kemajuan daerah dan kebijakan strategis. Acara yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati pada Rabu malam (15/4) itu dimanfaatkan Bupati Shalahuddin untuk melaporkan progres program unggulan sekaligus menegaskan aturan baru di bidang pendidikan.
Bupati Shalahuddin memaparkan Pemerintah Kabupaten Barito Utara saat ini tengah gencar menjalankan program Gaspol 11.12. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur jembatan, pelebaran jalan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, semua itu dilakukan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita terus tancap gas membangun jembatan, memperlebar jalan, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Shalahuddin.
Bupati Shalahuddin juga menjelaskan potensi besar yang dimiliki Barito Utara sebagai wilayah tertua di daerah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selain memiliki komoditas tambang yang sangat besar, tanah di Barito Utara juga merupakan tanah mineral yang sangat subur. Kondisi ini, kata dia, sangat memungkinkan berkembangnya sektor perkebunan, meskipun masih terkendala status kawasan hutan yang memerlukan pelepasan terlebih dahulu.
Hal yang menarik perhatian dalam paparan Bupati adalah kebijakan tegas terkait beasiswa pendidikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Barito Utara. Bupati Shalahuddin menyatakan bahwa setiap pegawai yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 wajib mengambil program studi di perguruan tinggi negeri (PTN). Kebijakan ini, menurutnya, telah dibahas dengan bagian kepegawaian.
“Kalau yang mau mengambil S3, saya kasih syarat. Harus di perguruan tinggi negeri, misalnya di UGM. Jangan swasta. Saya bilang harusnya negeri dan nanti difasilitasi oleh pemda,” ujar Bupati Shalahuddin.
Lebih lanjut, Bupati Shalahuddin mencontohkan pengalaman sebelumnya di tingkat provinsi. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi pernah menjalin hubungan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia, sehingga rata-rata pegawai provinsi melanjutkan S2 di UGM atau UI.
“Bukan kita meremehkan swasta, tapi ini soal kualitas, standar, dan kebijakan,” tambahnya.
Paparan Bupati itu mendapat perhatian serius dari Kasrem 102/Panju Panjang, Kolonel Inf. Jajang Kurniawan. Dalam sambutannya, Kasrem mengapresiasi langkah-langkah strategis yang diambil Pemkab Barito Utara, terutama dalam upaya mencetak sumber daya manusia unggul melalui kebijakan pendidikan yang terukur. (ren/nue/ko)

