PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery mengingatkan, pentingnya pengawasan ketat dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kota Palangka Raya, agar penyaluran tetap tepat sasaran dan tidak kembali memicu antrean panjang.
Menurut Khemal, kondisi distribusi BBM di Kota Palangka Raya saat ini sudah jauh lebih baik, dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun demikian, pengawasan di lapangan tetap harus diperkuat, terutama terhadap kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi untuk membeli BBM dalam jumlah besar.
“Jangan sampai ada warga yang menggunakan kendaraan dengan tangki modifikasi, misalnya mengisi sampai 200 atau 300 liter. Kasihan nanti masyarakat lain tidak bisa mendapatkan BBM,” kata Khemal di Palangka Raya, Senin (11/5).
Dia menilai, langkah Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pertamina, pemilik SPBU dan stakeholder terkait dalam mengatasi antrean BBM sudah berjalan efektif. Salah satunya melalui kebijakan operasional sejumlah SPBU yang diperpanjang hingga 24 jam.
“Ini langkah yang bagus dari Wali Kota Palangka Raya yang telah melaksanakan rapat bersama Pertamina, pemilik SPBU serta stakeholder terkait di Kota Palangka Raya, dan sudah membuahkan hasil,” ujarnya.
Khemal mengatakan, masyarakat kini sudah lebih mudah mendapatkan BBM, baik jenis pertalite maupun pertamax tanpa harus mengantre panjang seperti beberapa hari lalu.
“Sekarang tidak ada lagi antrean yang panjang di SPBU. Warga bisa dengan mudah mendapatkan BBM, baik pertalite maupun pertamax,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi jaminan dari Pertamina terkait ketersediaan stok BBM mencapai 205 kiloliter per hari yang dinilai mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat.
Meski kondisi mulai normal, Khemal meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian tetap melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah penumpukan antrean kembali terjadi. Selain itu, ia turut mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. (ham/ko)







