Jas Merah Bergema di Sanaman Lampang, Gubernur Ingatkan Jangan Lupakan Sejarah

oleh
oleh
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran meletakan karangan bunga di TMP Sanaman Lampang, Selasa (12/5). Upacara ziarah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Kalteng.
Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran meletakan karangan bunga di TMP Sanaman Lampang, Selasa (12/5). Upacara ziarah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Kalteng.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com  – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang, Jalan Tjilik Riwut, Selasa (12/5), saat pemprov menggelar upacara ziarah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Kalteng. Di tengah barisan peserta upacara, penampilan Gubernur H. Agustiar Sabran yang mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) putih menjadi perhatian.

Bagi orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu, pilihan mengenakan PDU putih bukan sekadar atribut seremonial, melainkan simbol penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang bagi bangsa dan daerah.

“Bentuk penghormatan, menghargai para pahlawan kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawannya, jasa para pahlawannya. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tegas Agustiar Sabran usai upacara ziarah, Selasa (12/5).

Ia menegaskan, peringatan hari jadi daerah tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurutnya, perjalanan sejarah merupakan referensi penting dalam menatap masa depan.

“Yang masa lalu adalah referensi kita untuk menatap ke masa depan, untuk menuju yang lebih baik lagi,” ujarnya. Istilah “Jas Merah” yang disampaikan gubernur merujuk pada semboyan yang populer disampaikan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang merupakan akronim dari “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.” Jas Merah Pesan tersebut, kata Agustiar, relevan sepanjang masa, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi saat ini.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Kalteng. Ia mengingatkan pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi dalam membangun karakter dan jati diri.

“Generasi hari ini jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah itu fondasi kita. Ibarat rumah, itu fondasi. Kalau dilupakan, tentu akan rapuh,” katanya.

Agustiar mengakui bahwa generasi sekarang hidup di era digitalisasi dan globalisasi yang serba cepat. Namun, menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi muda tercerabut dari akar sejarahnya.

“Kami sadari ini zaman digitalisasi, globalisasi. Tapi orang yang punya sejarah, dia akan kuat. Buat generasi muda, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena itu fondasi kita,” tandasnya.

Upacara ziarah berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di pusara para pejuang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Klotok Wisata Tanjung Puting Kelimpungan, Larangan Beli BBM Pakai Galon Picu Krisis Operasional

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng.

Peringatan hari jadi ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah, tetapi juga penguatan komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah. Dengan menjadikan nilai-nilai perjuangan sebagai fondasi, Pemerintah Provinsi Kalteng optimistis mampu melangkah lebih kokoh menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.

Sementara itu, Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, rangkaian HUT Kalteng tidak hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengingat perjuangan para pendiri dan pahlawan daerah.

“Persiapan HUT Kalteng sejauh ini kita bukan hanya persiapan, kita sudah menjalani rangkaiannya. Hari ini tadi kita sudah mengikuti ziarah dan tabur bunga yang dipimpin langsung Bapak Gubernur Kalimantan Tengah,” ujarnya saat ditemui di Aula Bajakah Kantor Gubernur Kalteng.

Ia menyebut, kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda, termasuk Kapolda Kalteng, Pangdam, hingga ASN lingkup Pemprov Kalteng.

Menurut Linae, Gubernur Kalteng dalam arahannya menegaskan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan berdirinya Kalimantan Tengah.

“Tadi juga mungkin teman-teman media sudah mendengarkan apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur. Beliau berharap bahwa kita semua jangan melupakan jasa-jasa para pahlawan kita, termasuk pahlawan dalam mendirikan Kalimantan Tengah,” katanya.

Ia menilai, semangat perjuangan para pendahulu harus diteruskan melalui pembangunan di berbagai sektor.

“Kalau dulu perjuangannya merebut dan membangun daerah dalam situasi yang sulit, sekarang tugas kita adalah mengisi pembangunan untuk menuju Kalimantan Tengah yang lebih maju dan berkah,” tegasnya.

Selain rangkaian HUT, Linae juga menyampaikan Pemprov Kalteng terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk di bidang kesehatan melalui forum Universal Health Coverage (UHC) yang digelar bersama BPJS Kesehatan dan sejumlah instansi terkait.

Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.

“Kita berharap pelayanan kesehatan di Kalteng semakin meningkat dan mengedepankan kualitas, sehingga berdampak terhadap derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ovi/*rif/ala/ko)