PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) kembali menjadi ajang tahunan yang dinilai mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi khas Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Achmad Zaini menyampaikan, pelaksanaan FBIM setiap tahun tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah, tetapi juga sarana menjaga identitas budaya daerah.
Menurutnya, berbagai pertunjukan budaya seperti tari tradisional hingga permainan rakyat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang hadir.
“FBIM menjadi agenda rutin yang sangat penting karena secara tidak langsung mengangkat unsur kebudayaan yang melekat di Bumi Tambun Bungai,” ujarnya, Selasa (12/5).
Ia mengatakan, keberadaan festival budaya tersebut menjadi momentum memperkenalkan kearifan lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya daerah.
“Permainan tradisional dan tari-tarian daerah menjadi pertunjukan menarik yang menunjukkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat,” katanya.
Selain menyoroti nilai budaya, Achmad Zaini juga memberikan dukungan kepada kontingen Kota Palangka Raya yang turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan dan pertunjukan pada FBIM tahun ini. Ia berharap para peserta dapat tampil maksimal dan kembali mengharumkan nama Kota Palangka Raya di tingkat provinsi.
“Kami berharap kontingen Kota Palangka Raya bisa meraih hasil terbaik dan mempertahankan gelar juara umum pada ajang FBIM tahun ini,” ucapnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi daerah, tetapi juga bentuk keberhasilan masyarakat dan pelaku seni dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, di tahun 2025 kontingen Kota Palangka Raya berhasil meraih juara umum dengan mengumpulakan tujuh emas, satu perak, dan empat perunggu. Jauh di atas pesaing terdekatnya. (ham/ans/ko)







