Subuh Mencekam di Kobar, Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Suasana subuh di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendadak mencekam, Jumat (29/5/2026). Dalam rentang waktu yang berdekatan, tiga peristiwa kebakaran terjadi di lokasi berbeda sehingga membuat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar harus bergerak cepat sejak dini hari.

Kebakaran terbesar terjadi di Jalan Meden RT 03, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai. Api dilaporkan muncul sekitar pukul 04.07 WIB dan membakar rumah milik Siti Aisyah. Laporan warga diterima Mako Damkar Kobar sekitar pukul 04.17 WIB, kemudian Regu II piket malam langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian.

Saat petugas tiba sekitar pukul 04.35 WIB, kobaran api sudah membesar di bagian tengah bangunan berukuran sekitar 10 x 10 meter. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat panik karena khawatir api merembet ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman padat tersebut.

Petugas Damkar bersama unsur Kecamatan Kumai, Polsek Kumai, dan Tagana berjibaku memadamkan api. Setelah sekitar 30 menit melakukan penanganan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan pada pukul 05.05 WIB sehingga tidak meluas ke bangunan lain.

Baca Juga:  NasDem Kalteng Rayakan Idul Adha dengan Nuansa Budaya Nusantara

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, mengatakan pihaknya menerima tiga laporan kebakaran hampir bersamaan pada pagi hari. Selain kebakaran rumah di Sungai Tendang, petugas juga menangani insiden mesin cuci terbakar di Kumai Hilir serta kebakaran pom mini di wilayah Pasir Panjang.

“Pagi tadi memang cukup padat karena ada tiga laporan kebakaran masuk hampir bersamaan. Personel langsung bergerak ke masing-masing lokasi agar api cepat ditangani dan tidak menimbulkan dampak lebih besar,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut. Namun, kebakaran rumah di Sungai Tendang menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp100 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Damkar Kobar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik dan peralatan elektronik rumah tangga. (bob)