Groundbreaking Water Front City Lanjas Dimulai, Barito Utara Bangun Ikon Baru Muara Teweh

oleh
oleh
Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang dipimpin Bupati H Shalahuddin ST MT bersama jajaran Forkopimda dan Anggota DPRD Barito Utara menekan tombol sirine untuk menandai dimulainya Groundbreaking Water Front City dan Penataan Kawasan Kumuh di Kelurahan Lanjas, Rabu (1/7).
Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang dipimpin Bupati H Shalahuddin ST MT bersama jajaran Forkopimda dan Anggota DPRD Barito Utara menekan tombol sirine untuk menandai dimulainya Groundbreaking Water Front City dan Penataan Kawasan Kumuh di Kelurahan Lanjas, Rabu (1/7).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara resmi memulai proyek penataan kawasan kumuh dan pembangunan Water Front City di Kelurahan Lanjas, Rabu siang (1/7). Groundbreaking ceremony yang digelar di kawasan RT.04, RT.05, dan RT.06 tersebut ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, ST., MT.

Proyek ambisius ini menelan anggaran sebesar Rp48,5 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2026. Pembangunan meliputi penataan kawasan permukiman kumuh, pelebaran jalan, peningkatan kualitas lingkungan, serta pembangunan ruang publik di tepian Sungai Barito yang direncanakan menjadi ikon baru Kota Muara Teweh.

Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa proyek ini tidak sekadar mempercantik wajah kota, tetapi memiliki dampak luas terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Kita tidak sekadar memperbaiki wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, sanitasi, dan kesehatan lingkungan masyarakat,” tegasnya di hadapan warga yang hadir dalam acara tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga menyerahkan sertifi kat tanah relokasi kepada masyarakat terdampak pembangunan. Penyerahan sertifi kat ini bertujuan memberikan kepastian hukum atas lahan yang menjadi lokasi relokasi warga.

Baca Juga:  Pemkab Barito Utara Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD

Bupati mengakui bahwa proses relokasi membutuhkan pengorbanan dari berbagai pihak, terutama masyarakat yang harus berpindah tempat tinggal. Namun demikian, ia memastikan pemerintah daerah tidak akan meninggalkan warga dalam proses transisi ini.

“Saya pastikan Pemerintah Kabupaten Barito Utara akan selalu hadir mendampingi masyarakat guna memastikan hak-hak warga terpenuhi demi kehidupan yang lebih layak di masa depan,” ujar Shalahuddin dengan penuh keyakinan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Barito Utara, Junaidi S IP M SI yang turut mendampingi bupati menjelaskan bahwa proyek penataan ini akan berlangsung dalam beberapa tahap.

Tahap awal difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan relokasi warga yang tempat tinggalnya masuk dalam area pembangunan Water Front City.

Dengan dimulainya groundbreaking ini, Muara Teweh optimis melangkah menuju kota yang lebih tertata, sehat, modern, dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Barito Utara. Pemerintah kabupaten berkomitmen mengawal proyek ini hingga selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. (ren/nue/ko)