PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Sektor pertanian memiliki masa depan yang sangat cerah. Hal itu karena didorong oleh inovasi teknologi, minat generasi muda dan iklim tropis Indonesia yang memungkinkan panen hingga tiga kali dalam setahun. Transformasi ini menjadikannya salah satu pilar utama ketahanan pangan dan ekonomi nasional Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengajak generasi muda untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek besar di masa depan sekaligus berperan strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Pandangan bahwa pertanian merupakan pekerjaan tradisional yang kurang menjanjikan sudah saatnya diubah. Ia menilai perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru di sektor pertanian, sehingga bidang ini dapat menjadi salah satu sektor unggulan yang mampu menarik minat generasi muda.
“Generasi muda jangan lagi memandang pertanian sebagai pekerjaan tradisional. Justru sekarang sektor ini memiliki peluang besar apabila dikelola dengan inovasi dan memanfaatkan teknologi,” katanya kepada media, Selasa (30/6).
Politikus Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian menjadi kebutuhan yang mendesak. Pasalnya, persoalan regenerasi petani saat ini menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Kota Palangka Raya.
Jika tidak ada upaya regenerasi sejak dini, dikhawatirkan sektor pertanian akan mengalami kekurangan sumber daya manusia pada masa mendatang.
“Anak-anak muda sekarang sangat dekat dengan teknologi. Potensi itu harus diarahkan untuk membangun sektor pertanian yang lebih maju, efisien, dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing,” katanya.
Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan pelatihan, pendampingan, kemudahan akses permodalan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai.
Selain itu, ia mendorong agar penerapan teknologi pertanian modern semakin diperluas. Mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran hasil panen, hingga penerapan pertanian berbasis data dan teknologi informasi perlu diperkenalkan secara masif kepada kalangan muda.
Ia juga menilai Kota Palangka Raya memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif. Potensi tersebut, lanjutnya, harus dimanfaatkan secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda.
“Potensi yang kita miliki cukup besar. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak agar sektor pertanian dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Hatir menambahkan, DPRD Kota Palangka Raya selama ini terus mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk melalui penyediaan sarana pembukaan lahan, pengembangan kawasan pertanian, serta berbagai program pemberdayaan petani.
“Kalau generasi muda mulai masuk ke sektor pertanian dengan semangat inovasi, saya optimistis pertanian di Palangka Raya akan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penopang perekonomian daerah,” tutupnya. (zia/nue/ko)







