Kartu Kobar Cerdas Diluncurkan, Berikut Tanggapan Ketua DPRD Kobar

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Program Kartu Kobar Cerdas resmi diluncurkan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari DPRD Kobar.

Ketua DPRD Kobar, Mulyadin, mengatakan Kartu Kobar Cerdas bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi menjadi bentuk investasi daerah untuk memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, bantuan yang diberikan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan penting siswa, mulai dari pembelian seragam sekolah hingga perlengkapan belajar yang kerap menjadi beban orang tua menjelang tahun ajaran baru.

Mulyadin mengungkapkan, kemampuan anggaran daerah saat ini memang belum memungkinkan seluruh siswa menerima manfaat program tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah bersama DPRD menetapkan skala prioritas.

Pada tahap awal, sekitar 3.000 siswa menjadi penerima manfaat. Mereka merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 sesuai data kesejahteraan yang dimiliki pemerintah, kata Mulyadin, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga:  DPRD Kobar Tagih Kepastian dari PLN, Pemadaman Bergilir Diminta Segera Berkurang

Ia menegaskan seluruh calon penerima telah melalui proses pendataan secara detail menggunakan sistem by name by address. Dengan mekanisme itu, identitas penerima telah diverifikasi sehingga bantuan dapat disalurkan kepada pihak yang benar-benar berhak.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan rekening bank atas nama masing-masing penerima. Rekening tersebut menjadi media penyaluran bantuan agar prosesnya lebih aman, transparan, dan mudah dipertanggungjawabkan.

Menurut Mulyadin, sistem tersebut juga menutup peluang terjadinya salah sasaran maupun persoalan administratif karena seluruh penerima telah memiliki data dan rekening masing-masing.

Ia berharap rekening yang telah dibuat tidak hanya dimanfaatkan untuk menerima bantuan, tetapi juga menjadi awal kebiasaan menabung bagi anak-anak sehingga dapat mendukung kebutuhan pendidikan mereka di masa mendatang.

“Program ini bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Dengan pendataan yang jelas dan rekening yang sudah disiapkan, kami optimistis penyalurannya akan tepat sasaran,” ujar Mulyadin.