PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Penguatan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan pekebun menjadi kunci dalam menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia. Untuk itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) menggelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun Angkatan I bagi pekebun Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Pelatihan yang berlangsung di Palangka Raya pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026 tersebut diikuti 34 peserta dan menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit yang didanai BPDP. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pekebun, membangun kemitraan usaha, serta meningkatkan kemampuan peserta dalam mengembangkan jejaring kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.
Mewakili Kepala BBPMKP, Kepala Bagian Umum BBPMKP, Ridwan Santosa, S.T., M.Si., menegaskan bahwa investasi pada peningkatan kualitas SDM merupakan langkah strategis dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan sawit nasional.

“Program pengembangan SDM pekebun kelapa sawit kini memasuki tahun kelima pelaksanaan oleh BBPMKP yang diberikan kepercayaan oleh BPDP. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menyiapkan pekebun yang profesional, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan industri sawit yang terus berkembang,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ridwan menjelaskan, Kalimantan Tengah memiliki posisi penting dalam industri sawit nasional. Dengan luas perkebunan lebih dari 2 juta hektare, provinsi ini menjadi salah satu sentra sawit terbesar di Indonesia. Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri merupakan daerah penghasil sawit yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Menurutnya, potensi besar tersebut harus didukung oleh penguatan kapasitas SDM, kelembagaan pekebun yang kuat, serta penerapan praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan.







