SAMPIT, Kaltengonline.com – Lima putra-putri terbaik Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terpilih mewakili daerah sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Bupati Kotim H. Halikinnor, Senin (3/8).
Dalam kesempatan itu, Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga dipercaya membawa nama Kotim di tingkat provinsi.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan, kerja keras, ketekunan, dan komitmen yang ditunjukkan selama mengikuti proses seleksi.
“Lima putra-putri terbaik Kotim ini membawa nama harum daerah. Keberhasilan mereka merupakan hasil dari kedisiplinan, kerja keras, dan dedikasi selama menjalani proses seleksi,” kata Halikinnor.
Ia berpesan agar para calon Paskibraka tidak hanya mempersiapkan kemampuan fisik, tetapi juga menjaga kesehatan, kekompakan, kedisiplinan, dan integritas selama mengikuti pendidikan serta pelatihan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Halikinnor menegaskan, menjadi anggota Paskibraka merupakan amanah sekaligus kehormatan karena mereka membawa nama baik daerah dalam peringatan hari kemerdekaan.
“Kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik daerah. Tunjukkan kemampuan terbaik dan kibarkan Sang Saka Merah Putih dengan penuh kehormatan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Rihel menjelaskan, sebelumnya Kotim mengirimkan enam peserta untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
Enam peserta tersebut terdiri atas tiga putra dan tiga putri. Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, lima peserta dinyatakan lolos, terdiri dari tiga putra dan dua putri. Sementara satu peserta putri belum berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Hasil seleksi menetapkan lima peserta dari Kotim lolos. Sementara satu peserta putri belum berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya,” jelas Rihel.
Rihel menambahkan, capaian tersebut menyamai prestasi Kotim pada tahun sebelumnya yang juga berhasil meloloskan lima peserta ke tingkat provinsi.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan jumlah peserta yang lolos patut diapresiasi mengingat persaingan dalam seleksi berlangsung ketat dan tidak semua kabupaten mampu mengirimkan wakil dalam jumlah yang sama.
“Alhamdulillah, tahun ini kembali ada lima peserta yang lolos. Bahkan ada beberapa kabupaten yang hanya meloloskan dua atau tiga peserta,” pungkasnya. (ko)







