PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kabar baik bagi warga Kota Palangka Raya. Pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa pekan terakhir mengganggu aktivitas masyarakat ditargetkan berakhir mulai 5 Agustus 2026. Meski demikian, sistem kelistrikan masih berada dalam status siaga hingga pemulihan cadangan daya benar-benar tuntas.
Target tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi seusai mengikuti rapat gabungan DPRD, Pemerintah Kota Palangka Raya, dan PT PLN (Persero) di Kantor DPRD Kota Palangka Raya, Kamis (30/7).
Berdasarkan penjelasan teknis PLN dalam rapat tersebut, kapasitas suplai listrik di Palangka Raya ditargetkan sudah mencukupi pada 5 Agustus. Dengan terpenuhinya kebutuhan daya, pemadaman bergilir diharapkan dapat dihentikan.
“Mulai 5 Agustus 2026 suplai listrik di Kota Palangka Raya sudah mencukupi sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir. Namun, sistem masih dalam kondisi siaga sesuai penjelasan teknis dari PLN,” kata Subandi.
Kendati demikian, masyarakat diminta tidak langsung lengah. Sebab, berakhirnya pemadaman bergilir bukan berarti sistem kelistrikan sudah sepenuhnya pulih. PLN masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan keandalan sistem sekaligus memperkuat cadangan daya.
Subandi menyebut kondisi pelayanan kelistrikan ditargetkan kembali normal sepenuhnya pada akhir Agustus 2026.
“Targetnya, akhir Agustus 2026 pelayanan listrik di Kota Palangka Raya sudah normal sepenuhnya,” ujarnya.
Dengan demikian, selama masa transisi menuju 5 Agustus, masyarakat masih harus bersiap menghadapi pemadaman sesuai jadwal PLN. Durasi pemadaman disebut berkisar tiga jam.
“Selama sebelum 5 Agustus masih ada pemadaman sesuai jadwal yang disampaikan PLN, dengan durasi berkisar tiga jam,” jelasnya.
DPRD juga menyoroti dampak pemadaman terhadap fasilitas pelayanan publik. Pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, PDAM, rumah bersalin, dan layanan publik lainnya menjadi perhatian dalam rapat tersebut.
Fasilitas yang memiliki genset diminta mengoptimalkan sumber daya cadangan tersebut ketika terjadi gangguan pasokan utama. Sementara fasilitas yang belum memiliki genset akan mendapat dukungan dari PLN.
“Fasilitas umum seperti rumah sakit, PDAM, rumah bersalin, dan layanan publik lainnya dipastikan tidak mengalami pemadaman. Yang memiliki genset akan menggunakannya, sedangkan yang belum memiliki akan mendapat dukungan dari PLN,” tegas Subandi.
Bagi masyarakat, target penghentian pemadaman bergilir pada 5 Agustus tentu menjadi angin segar. Sebab, gangguan listrik tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha dan pelayanan publik.
Namun, DPRD berharap pemulihan kelistrikan tidak sebatas menghentikan pemadaman bergilir. Keandalan sistem dan kecukupan cadangan daya juga harus diperkuat sehingga Palangka Raya tidak kembali mengalami gangguan serupa ketika terjadi masalah pada sistem kelistrikan. (zia/ko)







