DPRD Gunung Mas Minta Warga Terus Sampaikan Aspirasi melalui Musrenbang

oleh
oleh
Anggota DPRD Gunung Mas, Darwinson Concon (dua dari kiri) bersama koleganya saat berfose bersama rekannya dalam kegiataTerus Serap Aspirasi Wargan HUT Gunung Mas, beberapa waktu lalu.
Anggota DPRD Gunung Mas, Darwinson Concon (dua dari kiri) bersama koleganya saat berfose bersama rekannya dalam kegiataTerus Serap Aspirasi Wargan HUT Gunung Mas, beberapa waktu lalu.

KUALA KURUN, Kaltengonline.com – Jalan rusak, jembatan yang belum dibangun, hingga fasilitas umum yang masih menjadi impian sering kali berakhir dengan kalimat yang sama, anggarannya belum ada. Namun, bukan berarti masyarakat harus ikut menyerah dan memilih diam.

Anggota DPRD Gunung Mas, Darwinson Concon, justru mengingatkan warga agar tidak pernah berhenti menyuarakan kebutuhan daerahnya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa maupun kecamatan.

Menurut politikus Perindo tersebut, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan yang dipenuhi tumpukan berkas usulan. Forum itu adalah panggung bagi masyarakat untuk memastikan kebutuhan mereka tercatat dalam daftar prioritas pembangunan pemerintah.

“Kalau masyarakat berhenti mengusulkan, pemerintah bisa saja menganggap semuanya sudah baik-baik saja. Karena itu, manfaatkan Musrenbang untuk terus menyuarakan aspirasi,” ujar Concon, Rabu (5/8).

Ia mengakui, keterbatasan anggaran memang menjadi persoalan klasik yang hampir selalu muncul dalam setiap pembahasan pembangunan. Namun menurutnya, alasan itu tidak boleh menjadi lagu lama yang terus diputar setiap tahun tanpa solusi yang jelas.

Concon menilai pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) harus semakin cermat menyusun perencanaan. Program yang benar-benar mendesak, seperti infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan, harus mendapat prioritas lebih dahulu.

“Sementara usulan lain tetap dimasukkan dalam daftar perencanaan agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Baginya, pembangunan tidak cukup hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada konsistensi pemerintah dalam menyusun prioritas dan mendengar suara masyarakat.

“Yang mendesak harus didahulukan, sedangkan yang belum menjadi prioritas tetap masuk dalam perencanaan. Yang penting, masyarakat jangan pernah lelah menyampaikan aspirasi,” ulasnya. (nya/ko)