Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di wilayah Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kepulan asap tebal dari kebakaran mulai menyelimuti kawasan sekitar dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Kepala pelaksana BPBD Kobar Samuel mengatakan, hingga Jumat (7/8), malam, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Pemadam kemudian kembali dilanjutkan pada Sabtu, (8/8/2026) oleh tim gabungan di lokasi jalan DPRD tembus jalan Padat Karya Sungai Tendang.
“Kebakaran sampai tadi malam masih belum dapat dipadamkan. Dilanjutkan hari ini di lokasi Jalan DPRD tembus Jalan Padat Karya Desa Sungai Tendang,” kata Samuel, Sabtu.
Kondisi karhutla telah tersebut menyebabkan asap tebal masih bertahan di sekitar lokasi. Asap dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama apabila kondisi angin membawa kepulan asap ke kawasan pemukiman.
Selain aktivitas warga, kondisi asap juga menjadi perhatian karena lokasinya berada di sekitar wilayah Pangkalan Bun. Pusat kebal berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Lanud Iskandar apabila kondisinya semakin pekat.
Untuk mempercepat penanganan, BPPD kobar mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Damkar, Dinas Kesehatan TNI/Polri Manggala Agni KPHP, Tagana, Dinsos, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI, Relawan Singgah Itah dan unsur lainnya.
Samuel mengatakan pemetaan kawasan, titik pemadaman serta pembagian personel telah dilakukan. Setelah kunjungan Bupati kobar ke lokasi, tim bersama Kapolres kobar, Danlanud Iskandar, dan seluruh unsur terkait juga menggelar rapat koordinasi hingga sekitar pukul 01.30 WIB.
Selain pemadaman, BPBD menyiapkan tenda di Polsek dan rumah kepala desa Sungai Tendang sebagai tempat singgah tim serta masyarakat. PMI dan Dinas Kesehatan juga disiapkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga maupun petugas di lapangan.
Dinas Sosial Kobar turut memobilisasi dapur umum untuk memenuhi kebutuhan personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pemerintah daerah memasukkan seluruh unsur terus bekerja untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.
Pemkab kobar juga menaikkan status penanganan kartu bank dari siaga bencana menjadi tangkap darurat bencana selama 14 hari sejak 7 Agustus 2026. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat penanganan tabutlah sekaligus mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat dan aktivitas penerbangan di wilayah Kobar.(bob)







