Lindungi Masyarakat Rentan Kalteng dari Dampak Kenaikan Harga Energi

oleh
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap dampak lanjutan dari fluktuasi harga energi yang berpotensi memicu kenaikan biaya hidup masyarakat. Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling rentan merasakan dampak berantai dari kondisi tersebut.

Faridawaty menilai, gejolak harga energi tidak hanya berdampak pada sektor tertentu, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, hingga akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

“Di tengah fluktuasi harga energi, yang harus menjadi perhatian adalah menjaga kestabilan biaya sekolah dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat kelas bawah agar mereka tidak semakin terbebani,” katanya, Senin (22/6).

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalteng itu menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif sejak dini agar dampak ekonomi yang terjadi tidak semakin memperberat kehidupan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.

Menurutnya, kenaikan biaya hidup yang terjadi secara berantai dapat menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi berbagai kebutuhan dasar. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi keberlangsungan pendidikan anak serta kemampuan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

“Ketika biaya hidup meningkat, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap dapat terpenuhi,” tuturnya.

Faridawaty menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang tidak boleh terganggu oleh kondisi ekonomi apa pun. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk memastikan berbagai program bantuan dan pelayanan publik di kedua sektor tersebut tetap berjalan optimal.

“Pendidikan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi daerah dan negara. Jangan sampai karena tekanan ekonomi, masyarakat justru kesulitan mengakses dua sektor yang sangat mendasar ini,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam pelaksanaan berbagai program bantuan pemerintah. Menurutnya, program perlindungan sosial harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan agar mampu mengurangi dampak ekonomi yang terjadi.

“Ketepatan sasaran program menjadi kunci. Bantuan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Faridawaty berharap pemerintah dapat memperkuat langkah-langkah mitigasi dan pengawasan terhadap dampak fluktuasi harga energi, sehingga stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

“Kita tentu berharap pemerintah terus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, agar mereka tetap dapat mengakses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya secara layak meskipun dihadapkan pada situasi ekonomi yang tidak menentu,” pungkasnya. (zia/ans/ko)