Salat Istisqa Kotim Digelar Hadapi Kemarau dan Karhutla, Pemkab Ajak Warga Berdoa

oleh
oleh
Bupati Kotim H.Halikinnor didampingi Wabup Irawati. Saat diwawancara awak media usai rapat koordinasi karhutla di rumah jabatan bupati, Senin, (24/8/2026)
Bupati Kotim H.Halikinnor didampingi Wabup Irawati. Saat diwawancara awak media usai rapat koordinasi karhutla di rumah jabatan bupati, Senin, (24/8/2026)

SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat mengikuti Salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau sekaligus menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Kotim H. Halikinnor mengatakan, ibadah tersebut diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk menundukkan hati, memperbanyak doa, serta memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT.

“Mari bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa kita memohon rahmat, pertolongan, serta ampunan dari Allah SWT di tengah musim kemarau dan kondisi karhutla yang kita hadapi,” kata Halikinnor, Senin (24/8).

Salat Istisqa dijadwalkan berlangsung Kamis (27/8/2026) pukul 06.30 WIB di Halaman Pemda Kotim dengan mengusung tema “Menundukkan Hati, Memohon Rahmat dan Ampunan Allah SWT”. Halikin berharap kegiatan ini tidak hanya diikuti jajaran pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas karena kondisi kemarau dan karhutla membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui tindakan nyata maupun pendekatan spiritual.

Menurutnya, turunnya hujan sangat dibutuhkan untuk mengurangi kekeringan lahan, menekan potensi munculnya titik api baru, serta memperbaiki kondisi lingkungan yang terdampak kemarau berkepanjangan.

“Kita berharap melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan sehingga kondisi kemarau dan karhutla di Kotim dapat segera mereda,” ujarnya.

Selain mengikuti Salat Istisqa, umat Islam diimbau mempersiapkan diri dengan memperbanyak istighfar, bertaubat, dan bersedekah. Masyarakat juga dianjurkan menjalankan puasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan Salat Istisqa sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan.

Pelaksanaan Salat Istisqa juga diharapkan mengingatkan masyarakat bahwa penanganan karhutla membutuhkan lebih dari pengerahan personel, peralatan pemadam, distribusi air, dan patroli di wilayah rawan. Kesadaran menjaga lingkungan serta mencegah munculnya api menjadi bagian penting. Pemkab Kotim sebelumnya terus memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), aparat, relawan, perusahaan, pemerintah kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Di tengah kondisi lahan yang kering, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani. Halikinnor berharap Salat Istisqa menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat Kotim dan diikuti tindakan nyata menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran.

“Kita berdoa dan tetap berikhtiar. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi karhutla di Kotim dapat kita atasi bersama,” pungkasnya.(bah/kpg/ko)