SAMPIT, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengevaluasi kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi aktivitas pendidikan.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kebijakan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah. “Kemarin sekolah sempat mau kita liburkan atau daring, tapi setelah kita amati ternyata kalau sudah agak siang sedikit asapnya berkurang. Sehingga kita aktifkan lagi, tapi sambil kita pelajari situasinya,” kata Halikinnor, Rabu (26/8).
Menurutnya, kabut asap tidak terjadi merata. Wilayah selatan dan tengah Kotim lebih terdampak karena terdapat titik api, sedangkan wilayah utara relatif masih aman.
Sekolah di wilayah dengan kondisi udara yang memungkinkan tetap dapat menggelar pembelajaran tatap muka. Sementara daerah terdampak dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui BDR.
“Kalau memang nanti kabut asap tambah parah dan membahayakan anak-anak kita, siswa-siswi kita, mungkin nanti kita liburkan atau mungkin ada daerah-daerah tertentu, jadi tidak semua,” tegasnya.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Kotawaringin Timur Nomor 400.3.1/111/Disdik-1/2026 tentang Adaptasi Kegiatan Pembelajaran di Musim Kemarau Tahun 2026. Surat ini sekaligus mencabut SE Bupati Kotim Nomor 400.3.1/1182/DISDIK-1/2026 tentang BDR.
Dalam aturan baru, sekolah terdampak dapat menerapkan PJJ secara daring dengan koordinasi Koordinator Wilayah Kecamatan dan laporan berjenjang kepada Dinas Pendidikan Kotim. Jam sekolah juga disesuaikan, yakni PAUD pukul 08.00-10.00 WIB, SD dan SMP mulai 07.30 WIB, dengan waktu pulang SD pukul 13.00 WIB dan SMP pukul 13.40 WIB. Khusus Jumat, PAUD berlangsung pukul 08.00-09.30 WIB, sedangkan SD dan SMP pukul 07.30-10.00 WIB.
“Kami akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi udara sebelum menentukan langkah lanjutan, terutama untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan para peserta didik,” tutupnya.(ko)







