MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, H Nurul Anwar SE MAP, mengapresiasi langkah strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, yang menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi lokal.
Program ini dinilai sa ngat krusial, untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, profesional, dan mampu berdaya saing tinggi di daerah sendiri. Kegiatan pembinaan dan uji kompetensi jenjang 3 dan 4 yang dipusatkan di Muara Teweh ini, merupakan respons nyata atas tingginya kebutuhan pekerja berlisensi resmi di tengah masifnya percepatan pembangunan infrastruktur daerah.
Melalui program ini, para pekerja bangunan dan teknisi didorong untuk tidak lagi sekadar mengandalkan pengalaman di lapangan. Mereka difasilitasi untuk memenuhi kualifi kasi jenjang terampil, sehingga dapat mengantongi legalitas formal berupa Sertifi kat Kompetensi Kerja (SKK) yang diakui secara nasional.
Nurul Anwar menegaskan, peningkatan kualitas pekerja lokal adalah kunci utama penunjang keberhasilan proyek fi sik. Keterlibatan SDM bersertifi kat akan menjadi garansi, setiap pekerjaan konstruksi dieksekusi dengan standar mutu tinggi dan kelayakannya dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami sangat menyambut baik inisiatif Dinas PUPR ini. Pembangunan infrastruktur di daerah kita yang sedang pesat-pesatnya, mutlak harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM selaku pelaksananya di lapangan,” ujar Nurul Anwar, Kamis (10/9).
Lebih lanjut, politikus ini menekankan, keberadaan tenaga kerja lokal berlisensi resmi akan memangkas ketergantungan daerah terhadap pasokan pekerja dari luar.
Imbas positifnya, perputaran roda ekonomi dari sektor jasa konstruksi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat secara merata dan berkelanjutan.
“Melalui sertifikasi jenjang 3 dan 4 ini, kita ingin memastikan tenaga kerja lokal kita benar-benar siap pakai dan memiliki daya saing tinggi. Mereka harus bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dalam setiap proyek pembangunan,” pungkasnya. (bn/ko)






