Peduli Warga Terdampak Kabut Asap, PT BAT dan Batamad Kalteng Bagikan 500 Paket Sembako

oleh
oleh

MUARA TEWEH, kaltengonline.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk Kabupaten Barito Utara (Batara), khususnya wilayah bagian selatan yang terdampak cukup parah.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah wilayah bahkan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito yang menurun turut membatasi aktivitas usaha dan pekerjaan masyarakat.

Untuk menangani kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait mendirikan Posko Karhutla di Kecamatan Teweh Selatan, tepatnya di Desa Trahean.

Keberadaan posko tersebut membantu masyarakat sekaligus mendukung para relawan yang setiap hari berjibaku menangani kebakaran. Di lokasi tersebut juga didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Kepedulian terhadap kondisi masyarakat juga ditunjukkan PT Bahtera Alam Tamiang (BAT), bagian dari Padang Kurnia Group yang beroperasi di wilayah tersebut. Bersama Barisan Pertahanan Masyarakat Adat (Batamad) Provinsi Kalimantan Tengah, perusahaan turut membantu masyarakat terdampak dengan menyalurkan 500 paket sembako dan ribuan masker.

Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di Desa Trahean, Desa Bintang Ninggi I, dan Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, pada Sabtu (26/9/2026).

Paket bantuan yang diberikan terdiri atas sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras dan gula, serta masker untuk membantu masyarakat melindungi diri dari dampak kualitas udara akibat kabut asap.

Perwakilan PT BAT, Jeffri Rendianto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana asap di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Bantuan kemanusiaan bencana asap berupa sembako ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PT BAT kepada masyarakat yang terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan,” ujar Jeffri saat menyerahkan bantuan di Desa Trahean.

Ia berharap kondisi kabut asap yang terjadi saat ini dapat segera berlalu. Jeffri juga mengingatkan masyarakat dan para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla untuk tetap memperhatikan kesehatan selama menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Bagi warga penerima, bantuan tersebut menjadi dukungan di tengah kondisi yang masih terdampak kabut asap.

Salah seorang penerima bantuan, Rebutan Nila, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT BAT terhadap masyarakat desa di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT BAT terhadap warga desa di sekitar lokasi tambang,” katanya.

Ia berharap perhatian terhadap persoalan sosial masyarakat dapat terus dilakukan, terutama ketika warga menghadapi situasi darurat seperti bencana asap.

Sementara itu, perwakilan Batamad Provinsi Kalteng, Heronika, mengatakan penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurutnya, dukungan terhadap masyarakat sangat penting ketika kondisi bencana turut memengaruhi aktivitas dan kebutuhan sehari-hari warga.

Penyaluran bantuan tersebut juga mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Bintang Ninggi II. Kepala Desa Bintang Ninggi II, Taufikurrahman, menyampaikan terima kasih kepada PT BAT dan Batamad Provinsi Kalteng atas bantuan yang diberikan.

Ia memastikan bantuan tersebut segera disalurkan kepada warga melalui masing-masing RT agar dapat diterima masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan.

“Bantuan tersebut akan segera kami salurkan melalui RT masing-masing untuk selanjutnya diserahkan kepada warga yang layak menerimanya,” ujar Taufikurrahman.

Penyaluran 500 paket sembako dan masker tersebut menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Bantuan itu sekaligus menjadi dukungan bagi para relawan yang berada di lapangan dalam upaya penanganan karhutla di Kabupaten Barito Utara.(ko)