MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT merombak susunan birokrasi, dengan melantik dan mengambil sumpah janji 55 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Balai Antang, Jumat (23/10), ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat integritas, profesionalisme, serta memacu kinerja aparatur demi pelayanan publik yang lebih optimal.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/553/2026, sebanyak 55 birokrat yang dikukuhkan kali ini terdiri atas 13 pejabat administrator dan 42 pejabat pengawas. Rangkaian acara yang berlangsung khidmat tersebut, turut diwarnai dengan penandatanganan pakta integritas serta penyematan tanda pangkat dan jabatan camat.
Agenda penyegaran struktur pemerintahan ini dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan AMd, Sekretaris Daerah Drs Muhlis MAP, Ketua DPRD Barito Utara Ir Hj Mery Rukaini MIP, jajaran unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, hingga camat se-Kabupaten Barito Utara.
Dalam arahannya, Shalahuddin menegaskan, jabatan bukanlah hak yang bisa digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, posisi baru ini merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata dan menghadirkan perubahan positif bagi kemajuan daerah.
“Segera lakukan penyesuaian di lingkungan kerja masing-masing. Pahami tugas dan fungsi jabatan, pelajari program yang sedang berjalan, identifikasi persoalan yang harus segera ditangani, serta susun langkah kerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Shalahuddin.
Lebih jauh, ia mengingatkan, tentang besarnya tanggung jawab Pemkab Barito Utara dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Fokus utama pemerintah saat ini mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi dan sektor pertanian, hingga percepatan pengentasan kemiskinan serta stunting.
Untuk merealisasikan deretan target tersebut, bupati mendorong para aparatur agar terus beradaptasi, melek teknologi, dan berani berinovasi. Ia mewanti-wanti pejabatnya, agar tidak pasif atau sekadar menunggu instruksi atasan dalam mengeksekusi sebuah tanggung jawab.
“Jangan menunggu diperintah untuk melakukan hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab Saudara. Bangun inisiatif, tunjukkan kepemimpinan, dan pastikan setiap pekerjaan menghasilkan kemajuan. Keberhasilan Saudara tidak diukur dari tinggi rendahnya jabatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pelantikan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang siap mengemban amanah baru. (ren/ko)






