PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kemajuan penataan kawasan perkotaan dan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kapuas menuai apresiasi dari kalangan legislatif. Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhajirin, menilai pembangunan di bawah komando Bupati, Muhammad Wiyatno dan Wakil Bupati, Dodo telah membawa perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Muhajirin mengungkapkan, tolok ukur keberhasilan pembangunan paling nyata adalah respons dan kepuasan warga.
“Setiap kali turun ke lapangan, umumnya masyarakat merespons positif. Penataan kotanya semakin rapi, pelebaran jalan terasa manfaatnya, dan penerangan juga makin memadai,” puji Muhajirin, Senin (26/10).
Selain penataan infrastruktur kota, ia juga menyoroti pesatnya aktivitas UMKM di sekitar kawasan Stadion Bundaran.
Rutinitas pameran pada setiap akhir pekan, dinilai sukses membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan ruang publik yang produktif.
Kendati melontarkan pujian, Muhajirin mengingatkan, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas tidak hanya bermanuver di kawasan perkotaan.
Pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perdesaan, khususnya akses jalan dan jembatan, harus tetap menjadi prioritas lantaran kerap menjadi keluhan utama warga saat masa reses dewan. Infrastruktur pelosok ini memegang peran krusial dalam menghubungkan antardesa dan menopang laju ekonomi warga.
Guna mewujudkan pemerataan tersebut, ia mendorong optimalisasi program alokasi anggaran Rp 1 miliar per desa yang dikhususkan untuk pembangunan fisik. Anggaran ini, diproyeksikan mampu menjawab kebuntuan aspirasi warga terkait perbaikan aksesibilitas.
“Program satu miliar satu desa itu masih berjalan sampai sekarang, namun dengan catatan tegas: seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan fisik. Dana tersebut harus diarahkan murni untuk membenahi jalan dan jembatan sesuai skala prioritas desa setempat,” urainya.
Sebagai langkah pelengkap, Muhajirin turut menyambut baik pelibatan sektor swasta melalui optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Sinergi kolaboratif antara dana desa dan kucuran CSR ini, diyakini mampu mempercepat perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat perdesaan. (zia/ko)






