Yohanes Freddy Ering Puji Bantuan Pemprov untuk Pelayanan Gereja
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Di tengah pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyalurkan bantuan sosial bagi para pelayan gereja lintas denominasi.
Inisiatif tanggap bencana ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalteng, Yohanes Freddy Ering, yang menilainya sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Bantuan dari Gubernur Kalteng tersebut, disalurkan secara bertahap pada Sabtu hingga Minggu, 17–18 Oktober 2026. Kegiatan penyerahan bantuan dipusatkan di dua lokasi, yakni Gereja Sion dan Gereja Ebeneser, Kota Palangka Raya. Bantuan ini menyasar para pendeta, pekerja gereja, koster, hingga guru sekolah minggu.
Freddy menyampaikan, rasa syukurnya atas atensi ekstra pemerintah daerah terhadap kelompok pelayan keagamaan di situasi krisis. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam meringankan beban para pekerja gereja yang turut terdampak bencana asap.
“Sebagai bagian dari masyarakat Kalteng, saya bersyukur dan mengapresiasi kepedulian Bapak Gubernur. Di tengah kesibukan menangani bencana asap, beliau masih menyempatkan diri untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga,” ujar Freddy, akhir pekan lalu.
Penyaluran bantuan ini merangkul cakupan yang luas karena melibatkan berbagai organisasi dan komunitas lintas gereja. Sejumlah persekutuan yang menerima manfaat di antaranya Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI), perwakilan Keuskupan, Gereja Advent, hingga Gereja Baptis.
Menurut Freddy, inisiatif ini mencerminkan kehadiran pemerintah yang inklusif dalam meringankan beban masyarakat dari berbagai kelompok. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa penyelesaian akar masalah karhutla tetap membutuhkan langkah konkret dan komprehensif.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah saat rakyat menghadapi bencana asap. Namun, penanganan karhutla dan pemulihan dampaknya terhadap kehidupan warga tetap harus menjadi prioritas utama yang dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (zia/ko)






