PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Meredanya kabut asap setelah hujan mulai mengguyur Kota Palangka Raya menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mematangkan persiapan sektor pariwisata menjelang libur akhir tahun.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, berharap membaiknya kualitas udara dapat mendukung kelancaran transportasi udara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Ibu Kota Kalimantan Tengah tersebut.
Menurutnya, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelumnya berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan. Kondisi itu juga dapat berdampak terhadap rencana perjalanan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
“Kelancaran transportasi udara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kunjungan wisatawan ke Kota Palangka Raya. Gangguan penerbangan akibat kabut asap berpotensi memengaruhi rencana perjalanan wisatawan serta aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor pariwisata,” katanya, Senin (2/11).
Debora menilai, libur akhir tahun merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor pariwisata daerah. Namun, peningkatan kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan kesiapan destinasi, fasilitas umum, serta kualitas pelayanan.
Dia meminta dinas terkait tidak menunggu lonjakan pengunjung untuk melakukan pembenahan. Promosi destinasi unggulan, kebersihan kawasan wisata, keamanan, hingga fasilitas pendukung harus dipastikan dalam kondisi baik sejak dini.
“Selain promosi, koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk memastikan destinasi wisata, akses transportasi, kebersihan lingkungan, dan fasilitas umum berada dalam kondisi siap menyambut pengunjung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Debora berharap pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan. Sektor ini juga harus mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan ikut menggerakkan usaha penginapan, kuliner, transportasi, serta berbagai usaha masyarakat di sekitar objek wisata.
“Potensi pariwisata Palangka Raya perlu dikelola secara optimal agar tidak sekadar menjadi daya tarik kunjungan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, promosi harus berjalan beriringan dengan pembenahan destinasi dan peningkatan kualitas pengelolaan wisata,” pungkasnya. (zia/ko)






