Sutik Ajak Warga Kalteng Tanamkan Pola Hidup Bersih Sejak Dini

oleh
oleh
Sutik
Sutik

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Menjaga kebersihan lingkungan dinilai tak cukup bila hanya mengandalkan gotong royong musiman, atau sekadar menunggu instruksi program pemerintah. Kebiasaan baik tersebut, harus murni tumbuh dari kesadaran individu dan diterapkan konsisten dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari lingkungan rumah hingga fasilitas umum.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, menegaskan budaya hidup bersih perlu terus diperkuat di tengah masyarakat. Langkah ini sangat krusial, untuk mendongkrak kualitas kesehatan warga sekaligus menciptakan lingkungan tempat tinggal yang tertata dan asri.

“Menjaga kebersihan lingkungan bukan murni tanggung jawab pemerintah semata, melainkan butuh keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Sinergi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terawat dan mendukung kenyamanan bersama,” ujar Sutik, Senin (2/11).

Politikus ini memaparkan, penerapan pola hidup sehat sejatinya bisa dimulai dari langkahlangkah sederhana. Hal paling mendasar adalah, membuang sampah pada tempatnya dan rutin membersihkan area pekarangan rumah agar terbebas dari tumpukan limbah. Dalam hal ini, peran orang tua di lingkungan keluarga sangatlah vital.

“Pendidikan kebersihan harus berawal dari rumah. Orang tua wajib memberikan contoh nyata, seperti rutin merapikan barang dan menjaga kebersihan halaman, sehingga kebiasaan ini tidak sekadar menjadi imbauan kosong, tetapi melekat sebagai perilaku Tanamkan Pola Hidup Bersih Sejak Dini sehari-hari,” ungkapnya.

Pembiasaan sejak dini, diyakini ampuh mencetak generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Anak-anak yang terbiasa hidup bersih di rumah secara otomatis, akan membawa karakter positif tersebut saat berinteraksi di sekolah maupun di tengah masyarakat luas.

Di samping pendidikan keluarga, Sutik juga mendorong warga untuk kembali menggencarkan tradisi gotong royong permukiman. Kerja bakti ini, dinilai efektif untuk merawat fasilitas umum dan mencegah penyumbatan saluran air yang kerap menjadi pemicu banjir.

“Gotong royong punya manfaat ganda. Selain lingkungan menjadi bersih, ikatan kebersamaan antarwarga juga semakin kuat. Kepedulian sosial semacam ini harus terus dirawat agar kebersihan benar-benar diwujudkan sebagai tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (zia/ko)