
KUALA PEMBUANG – Perhatian terhadap keselamatan personel di lapangan menjadi prioritas setelah kecelakaan helikopter waterbombing milik TNI terjadi di perairan Desa Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Insiden tersebut berlangsung ketika helikopter menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran langsung mendatangi RSUD Kuala Pembuang untuk menjenguk para korban yang tengah mendapatkan perawatan medis. Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap personel yang mengalami musibah saat menjalankan tugas.
Dalam kunjungan itu, Agustiar didampingi Pangdam XX Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., serta Wakil Bupati Seruyan H. Supian, S.Ag.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut sekaligus memberikan dukungan moral kepada para korban. Mereka memberikan perhatian atas pengabdian dan keberanian personel yang terlibat dalam misi pemadaman karhutla demi melindungi masyarakat dan lingkungan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Seruyan juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Harapannya, seluruh korban memperoleh penanganan medis secara optimal dan segera pulih,”ucap Agustiar Sabran.
Peristiwa ini menjadi perhatian bersama di tengah upaya penanggulangan karhutla yang membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait dinilai penting, tidak hanya dalam memadamkan kebakaran, tetapi juga memastikan keselamatan personel yang bertugas.
Pengabdian para personel dalam misi kemanusiaan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keberanian, solidaritas, serta kerja sama seluruh elemen bangsa.(ko)






