KASONGAN-Pada momentum bencana banjir di Kecamatan Katingan Hilir, kota Kasongan, sejak beberapa hari ini, tak sedikit warga yang memanfaatkannya dengan menyediakan jasa angkutan dari Desa Hampalit sampai kota Kasongan. Namun karena tingginya tarif angkutan mulai Rp250-300 ribu, tak sedikit pengguna jasa mengeluh.
Oleh sebab itu, jajaran Satpol Air Polres Katingan, bersama pihak terkait lainnya, mengawasi langsung jasa angkutan kelotok di muara Jalan Kelud, kota Kasongan, Kamis (9/9).
Kapolres Katingan AKBP Paulus Sonny Bhakti Wibowo SH SIK MIK melalui Kasatpolair Polres Katingan Iptu Bimasa Zebua Stk MH menegaskan, agar penyedia jasa angkutan lebih menggunakan hati nurani dalam memberikan bantuan bagi masyarakat. “Jangan berlebihan (tarif). Kasihan masyarakat kita,” tegasnya kepada sejumlah wartawan.
Jika ingin membantu, ujarnya, maka membantu yang wajar. Sehingga tidak makin memberatkan warga. “Selain itu, tentu tingkat keamanan untuk pengguna jasa angkutan ini harus diperhatikan. Jangan hanya ingin mendapat keuntungan, tapi tidak memperhatikan keselamatan penumpang,” ujarnya.
Kemudian untuk muatan, juga diminta oleh Kasatsatpol Air Polres Katingan, untuk tidak berlebihan. Sebab dikhawatirkan bisa membahayakan, dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. “Begitu juga pada malam hari. Jangan ada jasa angkutan yang beroperasi. Sangat rawan sekali. Apalagi kondisi arus sungai sangat deras,” tandasnya. (eri)







