PALANGKA RAYA-Tim penjaringan dan penyaringan (TPP) telah menerima formulir berkas pendaftaran dari dua kandidat calon ketua umum (ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng. Dua kandidat tersebut adalah Rahmat Hidayat dan Noti Andy Runtuwene.
Rahmat Hidayat menjadi orang pertama yang menyerahkan berkas. Pria yang juga menjabat komisaris utama Bank Kalteng itu mengaku optimistis bisa terpilih menjadi ketua umum KONI Kalteng periode 2023-2027.
“Saya optimistis karena jumlah dukungan pemilik suara sudah 70 persen, itu terus bertambah,” ucapnya saat menyerahkan berkas pendaftaran kepada TPP di Sekretariat KONI Kalteng, Senin (9/10).
Ia menyebut dukungan yang sudah dikantonginya sebanyak 38 pengurus provinsi (pengprov) cabor dan 10 KONI kabupaten/kota.
Menurut Rahmat, dirinya maju menjadi bakal calon ketua umum KONI karena ingin membesarkan olahraga Kalteng di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya maju karena tergerak hati membesarkan olahraga Kalteng, itu juga merupakan amanat kawan-kawan olahragawan,” ungkapnya.
Pemilihan ketua umum KONI Kalteng akan dilaksanakan saat Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI pada 13 Oktober 2023 mendatang.
Mendekati waktu penutupan pengembalian berkas pada pukul 17.00 WIB, Noti datang ke Sekretariat KONI dengan ditemani saksi Bandi, untuk mengembalikan berkas pendaftaran.
Sebelumnya, ketua TPP bakal calon ketua umum KONI Kalteng, Eman Sumusi menyampaikan, ada empat orang yang telah mengambil formulir pendaftaran. Mereka adalah Agustiar Sabran (anggota DPR RI, Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng), Rahmat Hidayat (Komisaris Bank Kalteng), dan Noti Andy Runtuwene (mantan pengurus KONI).
“Sudah kami terima barusan dua berkas pendaftaran dari total empat orang yang mengambil,” tegas Eman.
Namun Eman belum bisa mengungkapkan berkas siapa saja yang telah memenuhi syarat. Terlebih dahulu pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi sesuai aturan. Karena itulah TPP belum bisa mengungkapkan berkasi siapa yang telah memenuhi syarat.
“Kalau sesuai mekanisme, kami belum bisa mengungkapkan berkas siapa yang lengkap dan berkas yang tidak lengkap. Kami akan verifikasi dan validasi dahulu sesuai mekanisme yang ada. Yang perlu jadi catatan, tidak ada yang namanya perbaikan. Jadi, berkas yang kami terima, itulah yang diverifikasi dan divalidasi,” tegasnya sembari menyebut verifikasi dan validasi dimulai hari ini atau Selasa (10/10). (ko)







