Sebelum membagikan bingkisan donasi yang sudah dibawa dari kota, tim menggelar berbagai kegiatan. Beberapa orang tengah menyusun buku-buku yang dibawa dari kota untuk memperbaiki perpustakaan, beberapa orang lainnya berbagi ilmu pengetahuan pada anak-anak sekolah dan juga memberikan edukasi terkait obat-obatan kepada masyarakat yang disampaikan oleh Ikatan Apoteker Indonesia.
Ketua Tim Donasi Literias Peggy Maria mengatakan, kegiatan ini berawal dari pembahasan sederhana bersama teman-teman yang peduli terhadap literasi. Pihaknya merasa bahwa hak untuk belajar belum merata terkhusus bagi anak-anak di pelosok negeri, dikarenakan terbatasnya akses listrik dan internet maupun keadaan perekonomian yang mengharuskan mereka serba minim.
“Padahal kita tahu bahwa melalui merekalah negeri ini akan dilanjutkan dalam menjalankan rida pemerintahan, kami hanya ingin melihat ada banyak anak-anak yang merdeka belajar,” katanya saat dibincangi Kalteng Pos, di akhir kegiatan berlangsung.
Sebelumnya, tim donasi literasi sudah melakukan kegiatan yang sama pada donasi literasi batch I di Desa Bagugus, Kabupaten Kapuas beberapa waktu yang lalu. Memang, donasi literasi ini menyasar desa yang memiliki anak-anak dan memerlukan perhatian lebih terhadap pendidikan.
“Termasuk mereka yang masih belum terjangkau modernisasi seperti masih terbatasnya akses listrik dan internet tapi memiliki semangat untuk belajar,” ucapnya.
Tanjung Pusaka salah satunya, merupakan desa yang memiliki anak-anak yang juga dianggap perlu mendapat perhatian. “Kita butuh usaha untuk sampai di desa ini, karena akses jalan yang masih terbatas yaitu harus menggunakan alkon atau perahu kecil untuk sampai, terlebih di sini tidak ada listrik dan internet,” tegas perempuan lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Palangka Raya (UPR) ini.
Peggy, begitu disapa, menyebut jika tujuan donasi literasi ini untuk mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergabung perduli terhadap pendidikan dan literasi anak bangsa dengan penggalangan donasi. Donasi yang dibagikan pada anak-anak dan sekolah di SD Tanjung Pusaka ini berupa buku pelajaran dan umum, seragam dan sepatu sekolah, tas dan uang.
“Penggalangan dilakukan melalui media sosial dengan penyebaran pamphlet. Selain itu karena donasi literasi ini tergabung dari beberapa komunitas yang peduli literasi, maka setiap komunitas punya cara sendiri untuk mengumpulkan donasi,” bebernya.
Perempuan yang lahir di Banjarmasin, 5 Februari 1997 ini menyebut, siapa saja boleh berdonasi. Selama ini kebanyakan komunitas. Peggy menyebut komunitas yang tergabung yakni Kalteng Cerdas, Euroweek Indonesia, Ant Republic, Duta Inspirasi, Ikatan Duta Bahasa Kalteng, GMNI, Bintang Literasi, IMPKY.Surabaya, Info Kalteng, Info PLK dan Ikatan Apoteker Indonesia.
“Ada berbagai macam kegiatan yang kami laksanakan, seperi materi publik speaking dan belajar bahasa inggris, belajar IPA, wawasan kebangsaan dan motivasi,” ujarnya.







