Integral vs Hidayatul Insan di Partai Puncak

oleh
oleh
SEMIFINAL : Turnamen Sepak Bola Kalteng Pos Antar SD/MI Se-Kota Palangka Raya Tahun 2023 sudah menyelesaikan partai semifinal di Lapangan Mini Gedung Biru, Jalan Tjilik Riwut Km 2,5, Jumat sore (8/9).

PALANGKA RAYA – Babak semifinal Turnamen Sepak Bola Kalteng Pos tingkat SD/MI se-Kota Palangka Raya telah selesai digelar di Lapangan Mini Gedung Biru Kalteng Pos, Jumat sore (8/9). Hasil laga babak empat besar itu mengantarkan dua tim bakal tampil di partai final, Senin sore (11/9) di tempat yang sama. Sedangkan dua tim yang kalah kemarin akan bersaing untuk memperebutkan posisi tiga.

Partai semifinal pertama kemarin mempertemukan SD IT Ghazali versus MI Hidayatul Insan. Tampil dengan line up terbaik, kedua tim mencoba membuka peluang untuk bisa mencetak gol ke gawang lawan.

Melalui serangan Adnan Salin, MI Hidayatul Insan berusaha menekan pertahanan Al-Ghazali. Namun hingga pertengahan babak pertama, kedua tim belum bisa memecahkan kebuntuan. Tapi sebelum turun minum, anak-anak MI Hidayatul Insan mampu mencetak gol melalui tendangan keras Adnan Salin yang unggul sementara 1-0.

Di babak kedua, para pemain kedua tim berusaha untuk mencetak gol. Anak-anak Al-Ghazali mencoba untuk menyamakan skor. Usahakannya membuahkan hasil, ketika terjadi handsball depan gawang MI Hidayatul Insan. Tendangan dari titik putih oleh Anugrah yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyamakan kedudukan.

Setelah imbang, serangan demi serangan diberikan para pemain Hidayatul Insan. Begitu juga dengan Al-Ghazali. Mereka tidak mau kalah dan terus memberikan perlawanan. Namun pemain belakang Al-Ghazali melakukan kesalahan hingga terciptanya gol bunuh diri. Dan merubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Hidayatul Insan.

Hidayatul Insan pun berhasil menambah skor melalui tedangan keras pemain benomor punggung 10 dari tengah lapangan. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor tetap 3-1 untu untuk keunggulan Hidayatul Insan hingga membawa mereka tampil di babak final.

Kepala MI Hidayatul Insan, Abdulah Sani, mengaku bangga dengan anak didiknya. Dimana anak didiknya berhasil melalui tahapan-tahapan, mulai babak penyisihan hingga tembus partai final.

Dia mengaku, apa yang diraih anak asuhnya merupakan hasil jerih payah latihan selama ini. “Persiapan ini memang 20 hari sebelum laga bergulir sudah kamu lakukan. Untuk final nanti, kemungkinan kami masih menggunakan strategi yang sama, dimana kalau ada ruang terbuka bisa langsung memberikan tembakan keras ke arah gawang lawan,” tegas Abdullah Sani seraya menambahkan, anak asuhnya bisa tampil sebagai pemenang di partai puncak.

Baca Juga:  Saat SPBU di Sejumlah Daerah di Kalteng Dipadati Antrean, Pangkalan Bun Justru Terlihat Tenang

Laga seru juga terjadi di partai semifinal kedua yang mempertemukan SD Integral Hidayatullah melawan SDN 3 Petuk Ketimpun. Para pemain kedua tim tampil percaya diri dengan menurunkan pemain andalannya.

Tampil sebagai tim pendatang baru di turnamen Kalteng Pos kali ini, SDN 3 Petuk Ketimpun berusaha memberikan perlawanan. Melalui tiga pemain andalannya Wira bersama dua pemain kembar Yosua dan Yeremia menyajikan gepuran terus menerus ke gawang Integral.

Sementara SD Integral juga memberikan serangan balasan. Sang pelatihm Dafi member instruksi kepada anak asuhnya agar bisa member perlawanan dengan mencoba melakukan tendangan jarak jauh melalui sepakan keras pemain bernomor punggung 17 atas nama Hanan. Namun Sahrul yang tampil sebagai penjaga gawang SDN 3 Petuk Ketimpun tampil cukup gemilang. Penyelamatan terus dilakukan untuk menghalau tendangan keras dari pemain Integral. Hingga babak pertama usai, skor tetap 0-0.

Di babak kedua, SDN 3 Petuk Ketimpun memberikan serangan kepada kiper SD Integral. Walaupun sebagai kiper pelapis, Aldo mampu tampil ciamik dan beberapa kali berhasil menghalau bola yang mengancam gawang Integral. Hingga laga usai, skor kaca mata itu pun tak berubah, sehingga pertandingan harus diakhiri dengan adu tendangan penalti.

Penendang pertama SD Integral atas nama Aldo berhasil memasukkan bola ke gawang SDN 3 Petuk Ketimpun. Begitu juga Wira berhasil menembus jala Integral. Penendang kedua Integral berhasil menambahkan skor. Namun tendangan kedua SDN 3 Petuk Ketimpun berhasil ditepis kiper.

Pada penendang ketiga, pemain Integral gagal memasukkan bola dan SDN 3 Petuk Ketimpun berhasil menyamakan skor. Hingga adu penalti dilanjutkan ke penendang ke empat.

Kali ini, SDN 3 Petuk Ketimpun gagal mencetak gol dan Integral berhasil membobol gawang Sahrul, hingga dipastikan SD Integral melaju ke final dan akan berhadapan dengan MI Hidayatul Insan.

Dafi selaku guru dan pelatih Integral mengaku bersyukur dan bangga terhadap usaha anak asuhnya. Ini merupakan pertama kalinya, SD Integral berhasil melaju sampai final. “Alhamdulillah hasil hari ini (kemarin) merupakan hasil jerih payah mereka, dan kami tidak menargetkan apa pun. Yang pasti, ini sudah jalannya yang diberikan Allah SWT,” ucap Dafi seraya menambahkan anak didiknya tampil percaya diri walaupun tidak dengan kiper utama akibat cidera. (ko)