Pembangunan Jembatan Lawang Kamah Dikebut, Bupati Kapuas Gandeng Investor

oleh
oleh
Bupati Kapuas HM Wiyatno memimpin rapat koordinasi lanjutan rencana pembangunan jembatan menuju Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah, di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jumat (17/4).
Bupati Kapuas HM Wiyatno memimpin rapat koordinasi lanjutan rencana pembangunan jembatan menuju Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah, di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jumat (17/4).

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Akses menuju Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah, segera mendapat perhatian serius. Bupati Kapuas HM Wiyatno turun langsung memimpin rapat koordinasi (rakor) lanjutan guna mempercepat rencana pembangunan jembatan di wilayah tersebut, Jumat (17/4).

Rakor yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Kapuas itu turut dihadiri Kepala DPMPTSP Kapuas Teguh Yunianto serta perwakilan sejumlah perusahaan swasta. Di antaranya PT Daya Sakti, PT Asmin Bara Bronang, PT Telent Orbit Prima, dan PT Suprabari Mapanindo Mineral yang siap tergabung dalam konsorsium pembangunan.

Wiyatno menegaskan, luas wilayah Kapuas yang mencapai sekitar 17.400 kilometer persegi menjadi tantangan besar dalam pemerataan pembangunan, terutama infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

“Beberapa waktu lalu terjadi musibah kebakaran di sana. Saat kita turun langsung, akses jalan menjadi perhatian serius. Ini yang harus segera kita tangani bersama,” tegas Wiyatno.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah, pemkab tetap berkomitmen membuka akses bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan investor dinilai menjadi solusi percepatan pembangunan.

“Kami berterima kasih kepada para investor yang siap membantu. Silakan bahas desainnya, apakah menggunakan kayu ulin, log, atau beton. Yang penting akses ini segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalan Terusan–Lupak Kapuas Mulai Ditangani, Warga Sambut Baik Perbaikan

Orang nomor satu di Kapuas itu bahkan menargetkan pengerjaan jembatan bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat. Dengan panjang penanganan sekitar 400 meter, ia optimistis proyek dapat rampung cepat jika didukung alat berat dan koordinasi yang solid.

“Kalau dikerjakan maksimal, tidak sampai seminggu bisa selesai. Saya harap dalam dua bulan ke depan sudah terealisasi,” kata Wiyatno.

Wiyatno juga mengingatkan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut agar turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, akses jalan dan jembatan tidak hanya dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga menunjang aktivitas perusahaan.

“Silakan berinvestasi di Kapuas. Kami tidak mengganggu. Tapi kami berharap ada kepedulian bersama, karena akses ini juga digunakan karyawan perusahaan,” tandasnya.

Ia menambahkan, kondisi geografis Desa Lawang Kamah relatif lebih mudah ditangani dibandingkan daerah pasang surut. Hal ini menjadi peluang agar pembangunan bisa dilakukan lebih cepat, sederhana, namun tetap berkualitas.

“Yang penting hasilnya maksimal dan benar-benar bermanfaat. Ini bagian dari keadilan pembangunan, agar masyarakat pedalaman juga merasakan perhatian pemerintah,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi pemerintah dan swasta, pembangunan jembatan menuju Lawang Kamah diharapkan segera terealisasi dan membuka keterisolasian wilayah, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat. (art/ko)