Ketika Ban Bekas Menjaga Pantai dan Mangrove Menyerap Karbon

oleh
oleh
Melalui inovasi Appostraps, Elnusa Petrofin menegaskan posisinya sebagai sustainability driven company yang menyeimbangkan kinerja operasional dengan tanggung jawab sosialdan lingkungan

Ban-ban tersebut kemudian disusun membentuk struktur yang meredam energi gelombang laut dan menjebak sedimen, memperlambat laju abrasi secara alami dan hemat biaya. Program serupa kemudian dilanjutkan di Balikpapan, dan yang ketiga dilaksanakan di Poso, Sulawesi Tengah, pada akhir Oktober 2025, yang kali ini dengan skala lebih besar: 367 unit ban bekas yang diserahkan kepada Polda Sulawesi Tengah untuk penerapan Appostraps di pesisir Desa Tokorondo.

Dari perspektif ilmu lingkungan, pendekatan Appostraps mencerminkan prinsip ekonomi sirkular: limbah dari satu siklus produk menjadi bahan baku solusi di siklus berikutnya. EPN secara eksplisit menyebutnya sebagai pendekatan cradle-to-grave, memastikan siklus hidup produk, yakni ban kendaraan, diperpanjang dengan memberikan fungsi ekologis sebelum benar-benar menjadi sampah. Ini bukan hanya tentang pembuangan limbah yang bertanggung jawab, tetapi tentang merancang ulang hubungan antara operasi bisnis dan dampak lingkungannya.

Dimensi lain dari komitmen lingkungan EPN tampak dalam partisipasi mereka dalam Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata di Pantai Karang Ria, Manado, pada Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dengan EPN menjadi salah satu mitra korporasi yang aktif.

EPN menyediakan peralatan kebersihan dan menggerakkan masyarakat dalam aksi Beach Clean Up. Lebih dari sekadar membersihkan pantai, EPN turut menampilkan produk inovatif dari program ASIAP (Armada Transportasi Sampah Desa Sapa Raya) yang beroperasi di Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan — sebuah sistem pengelolaan sampah berbasis desa yang mampu mengubah sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi.

EPN juga mengintegrasikan nilai keberlanjutan dalam kegiatan ibadah. Program Petrofin Berkurban yang menyalurkan 44 ekor sapi dan 105 ekor kambing kepada 17.520 penerima manfaat di 125 titik lokasi seluruh Indonesia ini dilaksanakan dengan menggunakan wadah distribusi daging kurban yang dapat digunakan ulang. Inisiatif ini secara langsung mendukung prinsip Beat Plastic Pollution, pengurangan plastik sekali pakai yang dimulai dari kegiatan sosial perusahaan sendiri. Langkah ini kecil namun konsisten: pesan keberlanjutan bukan sekadar slogan di laporan tahunan, melainkan praktik yang menyentuh hal-hal paling sehari-hari.

Secara keseluruhan, pendekatan lingkungan EPN menunjukkan pemahaman bahwa perusahaan energi tidak bisa sekadar berdalih pada kontribusi ekonomi untuk melegitimasi dampak lingkungannya. Dengan merangkai program Hutan Petrofin, Appostraps, ASIAP, dan inisiatif anti-plastik menjadi satu ekosistem kebijakan yang koheren di bawah pilar #PetrofinResik, EPN membangun argumen bahwa distribusi energi dan pelestarian lingkungan bisa, dan seharusnya, berjalan beriringan. Di era ketika tuntutan terhadap Net Zero Emission 2060 semakin konkret, strategi ini menjadi relevan sekaligus menantang untuk direplikasi oleh korporasi lain di sektor yang sama.(bud)