Kelanjutan Pelabuhan Batanjung Bergantung Jalan

oleh
oleh
Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno memberikan keterangan saat ngopi dengan awak media belum lama tadi.
Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno memberikan keterangan saat ngopi dengan awak media belum lama tadi.

Bupati Tegaskan Ruas Basarang-Batanjung Jadi Prioritas

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Kelanjutan pengembangan Pelabuhan Batanjung menjadi perhatian Bupati Kapuas HM Wiyatno. Saat ngopi bersama awak media belum lama tadi bupati menegaskan, keberlanjutan pelabuhan sangat bergantung pada penanganan infrastruktur jalan penghubung.

Wiyatno menekankan, tanpa dukungan akses jalan yang memadai, pelabuhan tidak akan bisa berfungsi optimal. Karena itu, pembangunan ruas jalan dari Basarang ke Batanjung menjadi prioritas utama.

“Batanjung tidak akan dibangun kalau jalan tidak ditangani. Kalau jalan sudah ditangani dan selesai, itu yang akan kita tagih,” tegas Wiyatno.

Ia menyampaikan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat penanganan jalan tersebut. Konektivitas dari wilayah pesisir hingga hulu dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong kelanjutan pembangunan pelabuhan sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, peningkatan infrastruktur jalan juga diyakini akan berdampak besar terhadap sektor pertanian. Akses yang terbuka akan memudahkan masyarakat dalam membuka dan mengelola lahan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Baca Juga:  Pengurus DPC Organda Kabupaten Kapuas Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik

“Peningkatan infrastruktur dari pesisir sampai hulu akan membuka akses pertanian. Yang tadinya belum ada jalan, dengan adanya jalan bisa membuka lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kapuas Dr Usis I Sangkai mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan Program Pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Ia menegaskan, program tersebut juga berfokus pada mempertahankan lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan. Selain itu, ke depan direncanakan pembukaan lahan baru seluas 5.000 hektare sebagai bentuk komitmen daerah dalam memperkuat sektor pangan.

“Ini komitmen kami untuk mewujudkan ketahanan pangan, sejalan dengan program pemerintah pusat,” tandasnya. (art/ko)