Khemal Nasery Sebut Daya Beli Warga Palangka Raya Masih Tangguh
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Tantangan ekonomi dan fluktuasi harga komoditas, rupanya tidak signifikan mempengaruhi daya beli masyarakat Kota Palangka Raya. Tetap berputarnya roda ekonomi di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga kawasan kuliner menjadi indikator tangguhnya daya beli warga.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyebut belum ada tanda-tanda penurunan daya beli yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi kondusif ini dinilai tak lepas dari intervensi taktis pemerintah daerah dalam menstabilkan perekonomian.
“Daya beli masyarakat masih terjaga berkat upaya-upaya konkret dari Pemko Palangka Raya. Program seperti operasi pasar, bantuan sosial, hingga pasar penyeimbang sangat membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Khemal, Rabu (3/6).
Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, rentetan program tersebut sukses meredam tekanan ekonomi, sehingga dampaknya tidak terlalu membebani masyarakat. Bukti nyatanya dapat dilihat langsung dari tingginya volume aktivitas warga di berbagai sentra perdagangan.
Khemal mencontohkan, kawasan kuliner di Jalan Yos Sudarso yang identik dengan deretan kontainer lapak UMKM, masih terus dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari. Pemandangan serupa juga tampak di pusat-pusat perbelanjaan modern seperti Palma dan Lippo Plaza.
“Kalau kita perhatikan, mal, rumah makan, hingga kawasan kuliner selalu ramai pengunjung. Di samping itu, transaksi di pasar-pasar tradisional juga masih bergerak dengan baik. Ini menjadi indikator jelas bahwa kemampuan konsumsi masyarakat kita masih aman,” jelasnya.
Kendati situasi ekonomi lokal tergolong terkendali, Khemal mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah. Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok dan program perlindungan sosial (perlinsos) harus terus dikawal ketat keberlanjutannya.
“Kita tentu berharap situasi ini terus membaik. Pemerintah harus terus hadir lewat program yang menyentuh langsung akar rumput, sehingga daya beli warga tetap terjaga dan perekonomian daerah terus bergerak positif,” pungkasnya. (zia/ko)







