PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – DPRD Kota Palangka Raya menyoroti kinerja perangkat daerah (PD) penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum memenuhi target pada tahun anggaran 2025. Dari 15 PD yang memiliki kewenangan menggali PAD, tujuh di antaranya tercatat belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan hasil pembahasan bersama pemerintah daerah menunjukkan masih ada sejumlah PD yang realisasi pendapatannya belum optimal. Bahkan, terdapat PD yang realisasinya masih sangat rendah.
“Setelah kita melakukan pembahasan, dari 15 PD yang mempunyai tugas menggali PAD, terdapat tujuh PD yang tidak mencapai target. Ada yang realisasinya sekitar 90 persen, 93 persen, bahkan ada yang masih nol persen,” ujarnya, Jumat (10/7).
Menurut Subandi, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius mengingat PAD merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Palangka Raya. Selisih capaian yang belum memenuhi target menunjukkan masih adanya potensi pendapatan daerah yang belum tergarap secara maksimal.
Ia menilai belum optimalnya penggalian potensi pendapatan di masing-masing PD menjadi salah satu penyebab target tidak tercapai. Selain itu, pemanfaatan aset milik pemerintah daerah juga dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan PAD.
Subandi turut mendorong pemerintah kota memperkuat sistem pemungutan pendapatan melalui digitalisasi. Menurutnya, sistem yang lebih modern akan membuat proses pembayaran lebih efektif, transparan, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah.
“Kami meminta kepada pemerintah kota agar melakukan evaluasi terhadap PD yang belum tercapai targetnya dan memaksimalkan kinerja pada tahun 2026, sehingga target PAD yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan evaluasi tidak hanya berfokus pada angka capaian, tetapi juga harus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi setiap PD. Dengan demikian, pemerintah dapat menyusun langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan daerah pada tahun berikutnya.
Di sisi lain, DPRD memberikan apresiasi kepada delapan PD yang berhasil melampaui target PAD tahun 2025. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa target pendapatan dapat dicapai melalui inovasi, tata kelola yang baik, serta optimalisasi potensi yang dimiliki masing-masing perangkat daerah.
Subandi berharap keberhasilan delapan PD tersebut dapat menjadi motivasi bagi instansi lainnya untuk terus meningkatkan kinerja. Dengan optimalisasi seluruh PD penghasil PAD, penerimaan daerah diharapkan semakin meningkat sehingga kemampuan pemerintah membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat juga semakin kuat. (zia/ko)







