Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Alfan Kusnaini, resmi membuka kegiatan Diklat dan Refreshing Pelatih Dasar Taekwondo Tingkat Kabupaten Tahun 2026, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026.
Pelatihan yang digelar di Sanggar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kotawaringin Barat, Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun, itu diikuti sebanyak 23 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait perkembangan aturan dan metode kepelatihan terbaru dalam cabang olahraga taekwondo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Kobar Yosi Irawan, perwakilan KONI Kobar Yusro Arodi, serta pemateri dari Pengurus Provinsi TI Kalimantan Tengah, Master Nurlaila Romadhoni dan Master I Ketut Fourent Kusamba.
Dalam sambutannya, Alfan Kusnaini mengapresiasi semangat dan komitmen Pengkab TI Kobar yang terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga melalui pelatihan pelatih tingkat dasar. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi penting bagi kemajuan olahraga daerah.
Ia menilai tantangan yang masih dihadapi hampir seluruh cabang olahraga saat ini adalah keterbatasan SDM, baik di bidang kepelatihan maupun perwasitan. Karena itu, pelaksanaan diklat seperti ini dinilai sangat strategis untuk mencetak pelatih yang kompeten dan mampu melahirkan atlet berprestasi.
“Dispora dan KONI akan selalu hadir bersinergi bersama cabang olahraga. Hubungan yang baik antara Dispora, KONI, dan cabor menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi olahraga di Kotawaringin Barat,” ujar Alfan.
Sementara itu, Ketua Pengkab TI Kobar Yosi Irawan menjelaskan bahwa kegiatan refreshing pelatih ini kembali dilaksanakan setelah terakhir digelar pada 2022. Menurutnya, dalam kurun waktu empat tahun telah banyak perubahan regulasi dan perkembangan dalam dunia taekwondo yang perlu dipahami para pelatih.
Di sisi lain, pemateri dari TI Provinsi Kalimantan Tengah, Master I Ketut Fourent Kusamba, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu faktor utama dalam meraih prestasi olahraga. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah wawasan dan keterampilan sehingga mampu mendukung lahirnya atlet-atlet taekwondo berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kotawaringin Barat pada ajang Porprov Kalimantan Tengah 2026.(bob)







