Pengelolaan Sampah dan Drainase Jadi Sorotan Warga Palangka Raya, DPRD Minta Penanganan Serius

oleh
oleh
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Persoalan pengelolaan sampah dan kondisi drainase masih menjadi keluhan yang kerap disampaikan masyarakat Kota Palangka Raya. Dua isu tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena berpengaruh langsung terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan warga, hingga potensi terjadinya banjir saat musim hujan.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi mengatakan, aspirasi terkait sampah dan drainase masih sering diterima pihaknya saat melakukan reses maupun berinteraksi dengan masyarakat di berbagai wilayah kota.

Menurutnya, warga berharap pemerintah dapat mengoptimalkan pengelolaan sampah mulai dari proses pengangkutan hingga penanganan di lingkungan permukiman. Pasalnya, penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.

“Pengelolaan sampah dan kebersihan drainase masih menjadi aspirasi yang sering disampaikan masyarakat kepada kami,” ujarnya, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, selain persoalan sampah, masyarakat juga menyoroti kondisi sejumlah saluran drainase yang membutuhkan pembersihan dan pemeliharaan secara rutin. Drainase yang tersumbat sampah maupun sedimentasi dinilai dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan ketika curah hujan tinggi.

Baca Juga:  Operasi Telabang 2026 Dimulai, DPRD Ingatkan Warga Lengkapi Dokumen Kendaraan

Syaufwan menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa dipandang sebagai masalah sederhana. Menurutnya, kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang bersih dan tertata akan mendukung kesehatan warga sekaligus menciptakan kawasan yang lebih nyaman untuk ditinggali.

“Ketika sampah tidak tertangani dengan baik dan drainase tidak berfungsi optimal, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, penanganan kedua persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kebersihan perlu dibarengi dengan partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, serta menjaga kebersihan saluran air menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Ia juga mendorong agar edukasi mengenai pengelolaan sampah terus diperkuat hingga ke tingkat lingkungan terkecil. “Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat berkurang dan budaya menjaga kebersihan semakin tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya. (zia/ans/ko)