Pariwisata Kalteng Jadi Mesin Ekonomi Baru, DPRD Dorong Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur

oleh
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Sektor pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pilar ekonomi baru di Kalimantan Tengah (Kalteng). Didukung kekayaan alam yang masih terjaga, keberagaman budaya, serta tradisi lokal yang unik, sektor ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, potensi pariwisata yang dimiliki Kalteng perlu dikelola secara optimal dan terencana agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, Kalteng memiliki banyak destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam khas Kalimantan, mulai dari kawasan hutan tropis, sungai, wisata konservasi, hingga kekayaan budaya masyarakat Dayak yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalteng memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat besar. Potensi ini harus dikelola secara serius agar mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah,” ujarnya, Senin (22/6).

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Kalteng itu menjelaskan, sektor pariwisata memiliki efek berantai (multiplier effect) yang sangat luas terhadap perekonomian masyarakat. Ketika sebuah destinasi wisata berkembang, maka berbagai sektor lain ikut bergerak, mulai dari perdagangan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan tidak hanya memberikan pemasukan bagi pengelola objek wisata, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar destinasi.

“Pengembangan pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi juga membuka kesempatan kerja, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” katanya.

Faridawaty menilai, sektor pariwisata juga memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas. Melalui promosi yang tepat dan berkelanjutan, kekayaan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Kalteng dapat semakin dikenal dan menjadi daya tarik yang membedakan daerah ini dari destinasi wisata lainnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan objek wisata semata. Dukungan infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperluas akses menuju berbagai destinasi yang memiliki potensi besar namun masih belum optimal dikembangkan.

“Peningkatan infrastruktur harus terus dilakukan agar akses menuju destinasi wisata semakin mudah dan pelayanan kepada pengunjung menjadi lebih baik,” jelasnya. (zia/ans/ko)