Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, pembayaran pajak merupakan bentuk kontribusi nyata perseroan dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan nasional. Hal itu juga sejalan dengan arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dalam mendorong penciptaan nilai (value creation) yang berkelanjutan bagi negara.
“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Hery menambahkan, besarnya kontribusi BRI kepada negara mencerminkan posisi strategis perseroan dalam memperkuat struktur fiskal sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh.
Kemampuan BRI dalam memberikan kontribusi secara berkelanjutan didukung oleh fundamental bisnis yang kuat dan pertumbuhan kinerja yang sehat.
Hingga Kuartal I 2026, BRI Group membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun. Total aset tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, dana murah (current account saving account/CASA) secara konsolidasian mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07 persen dari total DPK, meningkat dibandingkan posisi Kuartal I 2025 yang sebesar 65,77 persen.
“Momentum Hari Pajak ini menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai BRI harus tercermin dalam kontribusi nyata kepada negara. Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara,” pungkas Hery. (Kom/yan/b-3)







