Dorong Petani hingga UMKM Jadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan
KUALA KURUN, Kaltengonline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, DPRD Gumas mendorong agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam rantai pasok program nasional tersebut.
Kunjungan kerja (Kunker) yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Gunung Mas, Nomi Aprilia, bersama anggota DPRD Herbet Y. Asin, Endra, Lelie, Selsius dan Evandi itu berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Willem A.S. No. 9, Palangka Raya, baru-baru ini. Rombongan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi. Berbagai strategi dibahas, mulai dari kesiapan penyediaan bahan pangan, pola distribusi, hingga pemberdayaan petani, peternak, pelaku UMKM, dan kelompok pangan lokal agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan Program MBG.
Wakil Ketua I DPRD Gunung Mas, Nomi Aprilia, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyamakan persepsi terkait implementasi Program MBG di daerah.
Menurutnya, Program Makanan Bergizi Gratis bukan sekadar program penyediaan makanan bagi anak-anak sekolah, melainkan peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Program MBG merupakan peluang strategis bagi daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi petani, peternak, pelaku UMKM, hingga kelompok pangan lokal agar terlibat langsung dalam rantai pasok,” ujar Nomi.
Ia menilai, apabila dikelola secara tepat, perputaran anggaran Program MBG akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Karena itu, daerah tidak boleh hanya menjadi konsumen, tetapi harus mampu menjadi produsen yang memasok kebutuhan program tersebut.
“Jangan sampai bahan pangan justru didatangkan dari luar daerah. Potensi yang dimiliki Gunung Mas harus menjadi kekuatan utama agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat kita sendiri,” tegasnya.
Nomi berharap kunjungan kerja tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, tetapi menjadi awal lahirnya langkah-langkah konkret antara DPRD Gunung Mas dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah dalam menyukseskan Program MBG secara berkelanjutan.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra, menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Ia mengatakan setiap daerah harus mampu memetakan dan mengoptimalkan potensi pangan lokal sehingga kebutuhan Program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat sendiri.
“Kami mendorong setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi pangan lokal. Jika kebutuhan MBG dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri, maka manfaat ekonominya akan kembali kepada masyarakat. Inilah tujuan besar program ini, yakni membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ketika pemerintah daerah, petani, peternak, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan mampu bergerak dalam satu irama, Program Makanan Bergizi Gratis tidak hanya akan melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(nya/ko)







