DPRD Palangka Raya Desak Solusi Cepat Atasi Pemadaman Listrik yang Ganggu Peternakan Ayam

oleh
oleh
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Palangka Raya mulai mengancam sektor peternakan ayam ras pedaging. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu produksi, memengaruhi pasokan daging ayam, hingga memicu kenaikan harga di pasaran.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari sejumlah peternak yang mengeluhkan terganggunya operasional kandang akibat pasokan listrik yang tidak stabil.

“Laporan yang kami terima menunjukkan pemadaman listrik mulai mengganggu proses produksi. Kondisi ini harus menjadi perhatian karena dapat berdampak pada ketersediaan pasokan hingga harga ayam di pasaran,” ujarnya, Rabu (29/7).

Menurut Sumadi, listrik menjadi kebutuhan utama dalam sistem peternakan modern. Berbagai peralatan penting, seperti kipas dan sistem ventilasi, penerangan, pompa air minum, hingga perangkat penunjang lainnya, seluruhnya bergantung pada pasokan listrik yang andal.

Ia menjelaskan, ketika listrik padam dalam waktu cukup lama, suhu kandang dapat meningkat sehingga memicu stres pada ayam. Dampaknya bukan hanya menghambat pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan risiko kematian, terutama pada ayam yang masih berada dalam masa pemeliharaan.

Sumadi menilai kerugian akibat pemadaman tidak hanya dirasakan peternak. Jika produksi terus terganggu, pasokan ayam ke pasar akan berkurang sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga daging ayam yang pada akhirnya membebani masyarakat.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama PT PLN (Persero) segera mengambil langkah antisipatif agar gangguan kelistrikan tidak mengganggu ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap PLN dapat meminimalkan durasi pemadaman, terutama di wilayah sentra peternakan ayam. Dengan begitu, aktivitas produksi tetap berjalan dan kerugian peternak dapat ditekan,” katanya.

Selain meningkatkan keandalan jaringan listrik, Sumadi juga mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, PLN, dan pelaku usaha peternakan. Menurutnya, komunikasi yang baik akan mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.

“Sektor peternakan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, persoalan yang berpotensi menghambat produksi harus segera ditangani agar pasokan daging ayam tetap aman dan harga di tingkat konsumen tetap stabil,” pungkasnya. (zia/ko)