PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di Kota Palangka Raya terus menjadi perhatian. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, gangguan pasokan listrik juga dinilai berdampak luas terhadap pelayanan publik, dunia usaha, hingga sektor kesehatan. Karena itu, PT PLN didorong untuk lebih transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat setiap kali terjadi pemadaman.
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, menilai masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai jadwal pemadaman, tetapi juga penjelasan yang lengkap terkait penyebab gangguan, estimasi waktu pemulihan, hingga langkah-langkah yang sedang dilakukan PLN untuk mempercepat normalisasi jaringan.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Dengan informasi yang jelas dan mudah diakses, masyarakat dapat mengantisipasi berbagai dampak yang muncul akibat terhentinya pasokan listrik.
“PLN perlu lebih terbuka kepada masyarakat. Jangan hanya menyampaikan informasi bahwa listrik padam, tetapi juga memikirkan dampak yang ditimbulkan dan memberikan penjelasan yang jelas mengenai penyebab serta waktu normalisasi,” ujarnya, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, listrik telah menjadi kebutuhan utama yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat pekerjaan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional perkantoran, kegiatan belajar mengajar, aktivitas pelaku usaha, hingga pelayanan kesehatan yang bergantung pada peralatan berbasis listrik.
Menurutnya, pelaku usaha menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampak ketika pemadaman terjadi tanpa informasi yang memadai. Sejumlah usaha, terutama yang bergantung pada peralatan elektronik maupun penyimpanan berpendingin, berpotensi mengalami kerugian apabila tidak memiliki waktu untuk melakukan antisipasi.
Di sisi lain, masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi kesehatan tertentu juga membutuhkan kepastian informasi. Pasien yang menggunakan alat kesehatan berbasis listrik, lanjutnya, memerlukan waktu untuk menyiapkan sumber daya listrik cadangan atau mencari alternatif penanganan apabila pemadaman berlangsung cukup lama.
Karena itu, ia berharap sistem komunikasi PLN kepada masyarakat dapat terus diperbaiki. Informasi mengenai lokasi terdampak, penyebab gangguan, perkembangan proses perbaikan, hingga perkiraan waktu listrik kembali normal dinilai perlu disampaikan secara cepat, akurat, dan mudah dipahami. (zia/ans/ko)







