Pemko Serius Tangani Karhutla di Kota Palangka Raya

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kamis (30/7).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kamis (30/7).

Ajukan Armada Tambahan ke Pusat

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya untuk menangani bencana alam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini banyak terjadi di beberapa titik kota Palangka Raya, mencakup Kelurahan Kameloh Baru hingga desa Tumbang Nusa mendekati perbatasan Provinsi Kalimantan Selatan. Penangan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Badan Nasional Penanggulanan Bencana Bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Aula Jayang Tingang, Kamis (30/7).

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naprin mengatakan dari hasil rapat koordinasi, telah diusulkan penambahan armada berupa tiga pesawat water bombing, dua helikopter patroli dan satu helikopter untuk Operasi Modifi – kasi Cuaca (OMC).

“Ada kan penambahan itu pesawat water bombing, dua helikopter patroli, satu OMC. Untuk saat ini yang helikopter OMC sudah jalan sejak dua hari yang lalu saat peninjauan karhutla,” ujarnya saat ditemui Kalteng Pos.

Ia menuturkan, dalam beberapa waktu terakhir terjadi turun hujan yang berdasarkan prediksinya dipicu oleh keberadaan helikopter OMC untuk bisa membantu mengatur waktu, lokasi dan jumlah curah hujan. Disamping itu, Pemerintah Kota terus bekerja sama dengan lintar sektor untuk saling bersinergi dalam penanganan karhutla.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan penambahan armada, agar OMC, water bombing dan helikopter terus dijalankan,” katanya.

Ia menjelaskan, armada udara yang beroperasi saat ini tidak hanya melayani wilayah Kota Palangka Raya, tetapi juga berbagi dengan Kabupaten Pulang Pisau. Pasalnya, titik-titik kebakaran di Kelurahan Kameloh Baru, Desa Taruna, hingga Tumbang Nusa berada dalam kawasan yang saling berdekatan meski berbeda wilayah administrasi.

“Meskipun ini berbagi dengan Kabupaten Pulang Pisau yang sebenarnya titik kebakarannya tidak berjauhan yaitu di kawasan Kelurahan Kameloh Baru, desa Taruna dan Tumbang Nusa yang terbagi jadi dua wilayah antara Kota Palangka Raya dan Kabupaten apulang Pisau,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah, luas lahan yang terbakar di Kota Palangka Raya diperkirakan mencapai sekitar 31 hektare dengan total 126 titik kebakaran sejak 1 Juli. Dari jumlah tersebut, kawasan Kelurahan Kameloh Baru menjadi wilayah yang paling terdampak dengan luas kebakaran diperkirakan sekitar 20 hektare.

“Kalau untuk total Palangka Raya sekitar 31 hektare. Khusus di kawasan Kameloh Baru diperkirakan sekitar 20 hektare, dengan jumlah titik kebakaran sebanyak 126 sejak 1 Juli,” pungkasnya. (afa/ans/ko)